oleh

PBHI Segera Laporkan Kasus SUTET ke Polda

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Penangguhan Penahanan Belum Dilakukan

 

RAKYAT SULSEL . PALOPO – Pengurus Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sulawesi Selatan, akan melaporkan kasus tower jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) ke Polda Sulselbar. Bahkan, PBHI berencana menemui langsung Kapolda Irjen Pol Jhony Wainal Usman, untuk melaporkan kasus tersebut.

Ketua PBHI Sulsel, Wahidin Kamase, mengatakan, Robert Allorante, Darius Rombe,Yohan Bannang, Agustinus Rante Lembang, Sucipto, Yance, Yeseru, dan Raimundus (Korlap), yang ditahan oleh pihak kepolisian juga akan diadukan ke Polda.

“Kalau tak ada aral melintang pekan depan kami akan temui Kapolda untuk kasus itu. Kami ingin mempertanyakan warga yang ditahan di Mapolres Palopo dengan tuduhan pengrusakan dan upaya provokasi,” ungkap Wahidin kepada Rakyat Sulsel, Jumat (22/6) kemarin.

Hisma Kahman, LSM pendamping warga Pattene, menuturkan, pihaknya juga akan melaporkan fakta-fakta di lapangan terkait pembangunan SUTET di kawasan penduduk Pattene, Kecamatan Wara Utara tersebut. Selain itu, dia juga mempertanyakan penangguhan penahanan delapan warga yang ditahan.

“Kami bersama warga mendatangi Polres, tapi kapolresnya sementara berada di Makassar, maka penangguhan penahanan tidak dapat dilakukan. Karena itu kami akan melaporkan ke Kapolda soal ini atas kekecewaan warga Pattene,” kata Hisma.

“Padahal, kan pihak DPRD Kota Palopo yang diwakili Alimuddin Nur dan Amiruddin Alwi menjamin, mereka berdua bahkan sudah tanda tangani rekomendasi penangguhan penahan,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakapolres Palopo, Kompol Abire, menegaskan, tersangka yang ditahan tetap akan menjalani proses meski surat penangguhan penahanan ke delapan warga ditanda tangani oleh DPRD. Menurutnya, proses penangguhan penahanan memerlukan proses dan mekanisme.

Terhitung sudah 4 kali ratusan warga Pattene menggelar unjukrasa, yang menolak keberadaan tower SUTET yang melintas di area permukiman warga. Warga Patene terus mendesak Pemkot Palopo menghentikan pembangunan SUTET yang melintasi permukiman. Pasalnya, mereka terancam dengan radiasi yang bisa membahayakan masyarakat di pemukiman warga. Pembangunan SUTET dibangun oleh PT Poso Energy. (k14/dj/C)

Komentar