oleh

Muhyina Sudah Kumpul 48 Ribu KTP Untuk Maju Lewat Jalur Perseorangan

Editor : rakyat-admin-Daerah, HL-
Muhyina Muin, Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) saat foto bersama bersam tim perempuan. Muhyina adalah salah satu bakal calon Walikota Makassar.

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Bakal calon Walikota Makassar yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Muhyina Muin telah mengumpulkan sekitar 48 ribu foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat administrasi calon kepala daerah yang maju lewat jalur perseorangan.

Muhyina Muin, Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar adalah salah satu bakal calon walikota yang sudah mulai gencar mensosialisasikan dirinya dengan menggelar sejumlah kegiatan sosial di berbagai tempat di Kota Makassar.

Menurutnya, meski dia adalah anggota dewan dari Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), tapi pada Pemilukada Walikota 2014 nanti, dia berencana maju lewat jalur perseorangan. “Kami sudah melakukan berbagai persipan termasuk mengumpulkan sejumlah KTP sebagi syarat administarasi pencalonan diri lewat jalur perseorangan,” terangnya.

Pemilukada Kota Makassar masih dua tahun lagi, tapi Muhyina dan timnya telah melakukan persiapan sejak dini. Katanya, itu untuk mematangkan semua konsep agar tidak ada kendala sat dia maju nanti.

Meski menyiapkan diri maju lewat jalur perseorangan, Muhyina mengaku tetap menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik besar. “Kami mempersiapkan keduanya, baik perseorangan maupun menggunakan kendaraan parpol. Karenanya penguatan tim dan sosialisasi amat penting dalam hal ini,” ungkapnya.

Untuk maju sebagai calon perseorang pada pemilukada, harus mengacu pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang teknis dan tata cara pencalonan pemilihan umum kepala daerah dan wakilnya yang melalui jalur perseorangan harus memenuhi 3% syarat administrasi. Artinya untuk Kota Makassar harus mengumpulkan 45 ribu KTP sebagai syarat administrasi. “Jadi jika ingin aman, paling tidak harus bisa mengumpulkan 90 ribu KPT, sementaraa saat ini tim saya baru mengumpulkan 48 ribu, jadi masih harus bekerja lebih keras lagi,” terangnya.

Bahkan terang Muhyina, mereka juga sudah mengantisipasi jika KTP yang mereka kumpulkan bermasalah atau tidak memenuhi syarat dukungan seperti pemilik KTP sudah tidak berlaku, pemilik KTP pindah atau yang punya PNS.

Terkait pasangan, Muhyina mengaku dia memprioritaskan figur dari kalangan birokrat agar bisa mendampingi dirinya diperintahan. (RS1/RS6/not/D)

Komentar