oleh

“Budaya” Bentrok Mahasiswa Harus Diakhiri

Editor : rakyat-admin-Wawancara-

RAKYAT SULSEL . DALAM beberapa tahun terakhir, bentrokan antarmahasiswa marak terjadi. Baik terjadi antarfakultas di dalam satu kampus maupun antar mahasiswa yang mengatasnamakan sentimen daerah. Bentrokan antarmahasiswa yang seolah sudah menjadi budaya ini harus diakhiri.

Bentrokan terakhir terjadi beberapa hari lalu, antara mahasiswa Fakultas Teknik dengan mahasiswa Fakultas Seni Desain. Selain beberapa mahasiswa terluka, sedikitnya delapan sepeda motor hangus terbakar. Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi (Kompol) Mantasiah, mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang diperoleh dari Polsek Tamalate, pemicu bentrokan karena ada dendam mahasiswa dari dua fakultas. “Ada dendam lama yang hingga saat ni belum terselesaikan. Katanya, dendamnya sudah membudaya,” katanya.

Pembantu Rektor III UNM Prof Dr Hamsu Abd Gani, MPd, mengaku bila tawuran antarmahasiswa terjadi karena beberapa penyebab sebagai pemicunya. Salah satunya, adanya campur tangan dari pihak luar. “Solusi yang dilakukan pihak rektorat, di antaranya memperbanyak kegiatan akademik mahasiswa,” katanya saat ditemui di kampusnya, Jumat (22/6).

Pihak luar yang dimaksud Hamsu adalah adanya campur tangan dari oknum senior yang telah selesai di kampus atau senior yang telah di-DO. “Biasanya karena ada masalah sepele yang terjadi di kampus, namun kemudian ada campur tangan oknum senior yang telah selesai di kampus atau senior yang telah didrop out (DO) oleh pihak kampus. Hal inilah yang kemudian bisa menyulut,” katanya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat berjanji akan menuntaskan pengusutan kasus bentrokan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) di kampus UNM Parangtambung, yang terjadi pada senin lalu. Bentrokan ini mengakibatkan delapan sepeda motor mahasiswa dibakar.

“Kita serius mengusut kasus ini dan kami akan segera tuntaskan, hal ini tidak bisa dibiarkan karena akan terus terjadi jika polisi tidak berhasil menuntaskannya,” ujar Kapolda Sulselbar Irjen Mudji Waluyo, saat ditemui wartawan dalam pertemuannya dengan Rektor UNM dan perwakilan lembaga kemahasiswaan dua fakultas yang bertikai di UNM, Jumat (22/6).

Mudji berharap segenap unsur mahasiswa dan pimpinan kampus juga serius dan bersepakat memutus mata rantai kekerasan yang dilakukan oleh kaum intelektual tersebut. (RS7/C)

 

“Budaya” Bentrok Mahasiswa Harus Diakhiri

Selain Dendam, Tawuran Dipicu Masalah Sepele

Perbanyak Kegiatan Akademik

Komentar