oleh

Warga Sulsel tak Minat Jadi Pembantu

Editor : rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Minat masyarakat Sulsel untuk bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di luar negeri, khususnya Malaysia, masih sangat minim. Meskipun kran pengiriman TKI ke negara tersebut telah kembali dibuka sejak Maret lalu, namun peminat dari Sulsel sangat sedikit.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Makassar, Agus Bustami, mengungkapkan, sepanjang tahun ini, tidak ada tenaga kerja yang mengurus Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) sebagai PRT. Kebijakan Pemerintah Malaysia yang tidak mengizinkan TKI memegang paspor sendiri, menjadi alasan ketakutan masyarakat bekerja di negara tersebut.

“Masyarakat kita rupanya takut karena kebijakan yang dibuat pemerintah Malaysia,” kata Agus, Kamis (21/6).

Agus mengatakan, kebijakan yang sama juga diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Sehingga, masyarakat kita juga enggan menjadi PRT di negara itu. Karena itu, pemerintah pusat kemungkinan besar akan menutup secara permanen pengiriman pembantu rumah tangga ke 2 negara itu.

“Sejauh ini, belum ada jaminan keamanan dari Pemerintah Arab kepada TKI. Begitupun dengan Malaysia,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, total tenaga kerja asal Sulsel yang telah bekerja di luar negeri mencapai 2 juta orang. Angka tersebut diperoleh berdasarkan KTKLN yang telah diterbitkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)Makassar. Kartu tersebut merupakan syarat utama bagi masyarakat untuk bekerja di luar negeri. (RS5/eui/C)

Komentar