oleh

RI Minta G20 Fokus ke Pembiayaan Infrastruktur

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL . JAKARTA – Dalam KTT G20 di Meksiko, Indonesia telah mengusulkan agar G20 memberikan perhatian lebih serius kepada tantangan pembiayaan infrastruktur, tidak saja untuk mendukung program pembangunan global sebagaimana tertuang dalam Millennium Development Goals, namun juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketidakseimbangan global.
Dalam keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Kamis (21/6), usulan ini disepakati oleh para pemimpin G20 dan dimasukkan dalam deklarasi para pemimpin G20 untuk tindak lanjut ke depan.
Negara-negara G20 juga menyatakan komitmen untuk mendukung ketersediaan sumber keuangan yang cukup bagi IMF dalam menjalankan fungsi surveillance globalnya.
Untuk keperluan tersebut, para pemimpin G20 mendukung penuh kesepakatan para menteri keuangan dan gubernur bank sentralnya untuk penambahan sumber dana bagi operasional IMF sebesar USD430 miliar yang diperoleh melalui mekanisme bilateral arrangement antara negara donor dan IMF.
Negara G20 juga sepakat untul menyelesaikan seluruh komitmen 14th IMF Quota reform paling lambat saat pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB 2012 pada bulan Oktober 2012 di Tokyo.

Sepakati Program Keuangan Inklusif
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas nama pemerintah Indonesia bersama-sama Meksiko, Chile, dan beberapa negara anggota dan negara nonanggota G20 lainnya, telah menandatangani deklarasi yang berisikan komitmen untuk memperjuangkan program keuangan inklusif.
G20 membentuk badan koordinasi nasional dan mempercepat penyelesaian strategi nasional keuangan inklusif (national strategy for financial inclusion).
Tujuan dari komitmen keuangan inklusif tersebut yaitu untuk meningkatkan akses bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh pelayanan jasa keuangan untuk turut serta menikmati jasa layanan system keuangan yang akan membantu kegiatan usaha mereka.
G20 juga menyepakati bahwa keluangan inklusif (financial inclusion) sangat penting
dalam membangunan ketahanan pertumbuhan ekonomi dan menjaga perekonomian global dari hantaman krisis.
Dalam kaitan ini, para pemimpin G20 telah menyambut baik komitmen dari negara anggota dan negara non-anggota G20 untuk melaksanakan peer learning program dalam kerangka inisiatif keuangan inklusif, dan meminta Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI), Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional lainnya untuk melakukan upaya untuk membantu negara anggota melaksanakan program keuangan inklusif ini secara maksimal.
(df/dul)

Komentar