oleh

Ada Kepentingan di Kandidat Sekkot, Benarkah?

Editor : rakyat-admin-Wawancara-

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Rivalitas antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar juga terjadi dalam penentuan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar. Bola panas jabatan ini terus menggelinding. Kali ini bolanya diarahkan ke Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin. Ilham dinilai mengeluarkan pernyataan tak mendasar dan mengada-ada menuding BKD Sulsel memalsukan surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang penolakan calon Sekda Makassar.
Sontak tudingan tersebut tidak diterima Kepala BKD Sulsel, Andi Murni Amien Situru. Pejabat senior di lingkup Pemprov Sulsel itu berang dan mengancam mempolisikan orang nomor satu di Makassar tersebut. “Surat (Kemendagri) bertanggal 26 April 2012 asli. Tidak ada kepentingan pemerintah provinsi dalam penetapan Sekda Makassar,” kesal Andi Murni kepada Rakyat Sulsel.
Sebelumnya Mendagri menolak tiga nama calon Sekkot Makassar, yaitu Agar Jaya, Apiaty Kamaluddin, dan Sittiara. Menurut Sekprov Sulsel Andi Muallim, isi surat itu memang menolak tiga calon yang diusulkan. “Ketiga-tiganya ditolak. Jadi, bukan satu, bukan dua, tapi tiga-tiganya ditolak,” jelas Muallim.
Hal sama juga dikatakan oleh Andi Murni. “Kalau dikatakan bahwa Sittiara tidak ditolak, memang secara tertulis tidak ada. Tetapi, secara tersirat dia juga ditolak. Karena pada poin dua dikatakan, sehubungan hal tersebut agar saudara mengusulkan kembali sebanyak tiga calon. Berarti, Sittiara juga ditolak dalam hal ini. Andaikan Sittiara tidak ditolak, maka Kemendagri tidak akan meminta pengusulan calon baru lagi. Tetapi, Kemendagri akan langsung merekomendasikan Sittiara sebagai Sekkot Makassar,” katanya.
Pengamat Pemerintahan yang Unhas, Muh Sawir mengaku melihat persoalan ini ada kaitannya dengan kepentingan politik. Ada indikasi tarik ulur kepentingan. “Kalau kita lihat sekarang kan momentum pilkada. Yang mau saya katakan di sini, jabatan Sekda kan sangat strategis di lingkup Pemerintahan. Karena bawahannya ada camat, lurah, yang punya juga peran startegis di masyarakat,” jelasnya. (RS5-RS9/C)

 

Ada Kepentingan di Kandidat Sekkot, Benarkah?

Jangan Diarahkan ke Ranah Politik

Ada Indikasi Tarik Ulur Kepentingan

Komentar