oleh

Walikota dan DPRD Minta Warga Dibebaskan

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Polisi: Proses Hukum Harus Dilanjutkan

 

DIALOG. Pemerintah dan jajaran Muspida Kota Palopo, melakukan dialog bersama warga Pattene terkait sengketa pembangunan SUTET diwilayah kecamatan Wara, Kelurahan Pattene. Hingga kini 8 warga ditahan karena diduga terlibat pengrusakan tower SUTET.

RAKYAT SULSEL . PALOPO – Walikota Palopo HPA Tenriadjeng meminta Polres Palopo membebaskan warga Pattene yang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara DPRD Kota Palopo juga menyarakan agar polisi memberikan penangguhan tahanan kepada tersangka kasus proyek SUTET.

Polisi melakukan penangkapan dan penahanan terhadap delapan warga Pattene Kecamatan Wara, Palopo karena diduga terlibat dalam perusakan dan mencoba merobohkan tower SUTET milik PT Poso Energy serta melakukan provokasi kepada warga.

“Sesuai dengan tuntutan warga agar tersangka itu dibebaskan dari kasus itu,” ujar Tenriadjeng kepada Rakyat Sulsel, usai memimpin rapat muspida di DPRD Palopo, Rabu (20/6). Rapat muspida itu digelar menyusul tuntutan para warga untuk membebaskan rekan mereka yang dithan oleh polisi.

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua DPRD Alimuddin Nur dan Amiruddin Alwi, Ketua Komisi II Wahyuddin, Wakapolres Palopo Kompol Abire, Dandim 1403 Sawerigading serta sejumlah pejabat Pemkot Palopo.

Menurut Wakil Ketua DPRD Amiruddin Alwi, pihaknya sudah memberikan saran dan masukan kepada Kapolres Palopo agar aspirasi pendemo diakomodir. Namun, dia menegaskan pihaknya tidak bisa melakukan intervensi persoalan hukum dalam kasus itu.

“Kita tidak bisa melakukan intervensi karena ini adalah ranah hukum. Polisi memiliki kewenangan dan punya mekanisme dalam setiap kasus yang ditangani polisi,” ujar Amiruddin.

Menanggapi hal itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kota Palopo, AKBP. Fajaruddin menegaskan, bahwa tersangka akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. “Tersangka akan menjalani prosedur dan mekanisme hukum,” singkat Kapolres.

Wakapolres Palopo Kompol Abire menambahkan bahwa dalam kasus itu, para tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang perusakan secara bersama-sama dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Selain menahan delapan warga itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti,seperti mata gergaji besi, palu, potongan besi, dan tali tambang yang digunakan menarik tower SUTET untuk dirobohkan.

“Kasus ini masih dikembangkan karena masih ada warga lain yang terlibat dalam perusakan tower SUTET, termasuk ikut memprovokasi warga melakukan perusakan aset perusahaan pembangkit listrik itu,” ujarnya.(k14/dj/C)

Komentar