oleh

LPJKD Tingkatkan SDM BUJK Kualifikasi Kecil

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

16.645 Tenaga Terampil Siap Pakai

 

Ketua LPJKD Sulsel Ir Panguriseng (kanan), Ir Faizal Lukman mewakili Kepala Dinas PU Bina Marga Sulsel (tengah) dan Kepala Bidang Kelembagaan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Ir Indra Sjefei MSi pada pembukaan pelatihan Pemberdayaan Penanggung Jawab Teknis Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) Kualifikasi Kecil di Hotel Mercure Makassar, Rabu (20/6).

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Tingginya kebutuhan penanggung jawab teknik badan usaha jasa konstruksi seiring terus meningkatnya pengerjaan konstruksi menjadi perhatian Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Sulsel. Untuk itu, lembaga yang menaungi masyarakat jasa konstruksi ini mengimplementasikan tugas-tugas yang diamanahkan kepada pengurus, dengan melaksanakan pelatihan. Yaitu pelatihan Pemberdayaan Penanggung Jawab Teknis Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) Kualifikasi Kecil, yang akan dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar selama tiga hari, 20-22 Juni 2012.

Ketua LPJKD Sulsel, Ir Panguriseng di sela-sela pembukaan pelatihan ini kepada Harian Rakyat Sulsel, Rabu (20/6), menjelaskan, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ini memang menjadi salah satu tugas utama LPJKD Sulsel, selain kegiatan sertifikasi badan usaha, tenaga ahli, dan tenaga terampil.

“LPJKD mengharapkan pelatihan dan pendidikan seperti ini dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku usaha jasa konstruksi kualifikasi kecil. Yaitu dengan mengikutkan penanggung jawab teknik yang dimiliki pada pelatihan seperti ini yang akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” jelasnya.

Panguriseng mengatakan, semua penanggung jawab teknik badan usaha jasa konstruksi dapat ditingkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) melalui pelatihan seperti ini. Dimana

jumlah tenaga teknik di Sulsel yang sudah memiliki Sertifikat Keterampilan (SKT) sejumlah 12.578 orang dan pemilik Sertifikat Keahlian (SKA) sebanyak 4.067 orang.

“Kalau melihat jumlah ini, badan usaha jasa konstruksi di Sulsel sudah terpenuhi penanggung jawan tekniknya dari jumlah badan usaha sebanyak 8.124 kontraktor dan 371 konsultan. Yang mana penanggung jawab teknik menjadi persyaratan mutlak untuk memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) jasa konstruksi,” jelasnya.

Panguriseng menjelaskan, pelatihan ini sangat penting artinya bagi badan usaha kualifikasi kecil. Sebagaimana sasaran pelaksanaan kegiatan itu, yaitu diharapkan peserta yang telah mengikuti pelatihan ini sudah memiliki pengetahuan bagaimana caranya mengelola proyek-proyek jasa konstruksi, baik dari segi manajemen konstruksi, manajemen keuangan, perpajakan, dan keselamatan kerja.

“Materi yang diberikan pada pelatihan ini akan memberikan manfaat bagi perusahaan di dalam mempersiapkan persaingan ke depannya,” jelas Panguriseng.

Dimana materi yang akan diberikan, selain materi pelaksanaan proyek konstruksi juga ada materi masalah manajemen perusahaan dan manajemen keuangan serta materi tentang perpajakan, dan tidak ketinggalan materi tentang Keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Materi-materi tersebut merupakan materi-materi yang berhubungan erat dengan pelaksanaan jasa konstruksi,” paparnya.

Sementara, Kepala Bidang Kelembagaan Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Ir Indra Sjefei MSi, mewakili Kepala Pusat Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Ir Simono SH, mengatakan, memiliki kompetensi yang cukup dalam menghadapi tuntutan masyarakat akan mutu konstruksi yang berkualitas untuk persaingan usaha yang sehat bagi penanggung jawab badan usaha adalah mutlak diperlukan.

“Kondisi ini mengisyaratkan adanya tuntutan profesionalisme dana usaha yang wajib dimiliki oleh penang jawab teknis badan usaha. Hal ini sesuai dengan peraturan perundangan jasa konstruksi yang mewajibkan setiap badan usaha pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan diharuskan untuk mempunyai SBU,” terangnya. (RS10/dul/C)

Komentar