oleh

Kades di Bone Segera Dapat Motor Dinas

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Ketua Apdesi : Semoga ini Tidak Dipolitisir

 

RAKYAT SULSEL . BONE – Dalam menunjang kinerja kepala desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka dalam waktu dekat ini sebanyak 200 kepala desa di Kabupaten Bone, akan mendapatkan kendaraan dinas berupa sepeda motor.  Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) kepala bagian keuangan dan perlengkapan Sekretariat Pemerintah Bone, Andi Maskul.

Andi Maskul mengatakan, kendaraan dinas untuk kepala desa tersebut, saat ini sudah di rumah jabatan Bupati Bone, dan tinggal menunggu waktu dari Bupati Bone, H A M Idris Galigo, untuk menyerahkan langsung motor itu kepada kepala desa penerima.

Maskul menambahkan bahwa pembelian motor tersebut dilakukan pemerintah daerah melalui proses tender dengan menelan anggaran Rp 2 miliar lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah Bone tahun 2012. Mengenai syarat penerima motor dinas tersebut, akan ditentukan oleh Bupati Bone.

“Tapi yang pasti motor itu akan diberikan kepada kepala desa yang tidak memiliki kendaraan operasional, mengenai syarat lainnya nanti pak Bupati yang tentukan,” ujar Maskul.

Terkait sejumlah kalangan yang menilai kendaraan tersebut akan dijadikan sebagai salah satu alat untuk kepentingan politik tertentu, Maskul mengatakan, itu hanya perkiraan orang tertentu, karena situasi politik di Bone menjelang pilkada sudah memanas, sehingga langkah-langkah pemerintah selalu dikaitkan dengan politik.

“Saya kira itu keliru kalau ada yang beranggapan bahwa pembagian motor kepada 200 kepala desa ini bernuansa politik, karena pengadaan motor itu didasarkan atas desakan kepala desa sendiri yang meminta itu pengadaan motor,” ujarnya.

Sementara Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa seluruh Indonesia (APDESI) Cabang Bone, Sri Rahayu Usmi, yang ditemuji Harian Rakyat Sulsel, Rabu (20/6) kemarin, mendukung langkah Pemkab Bone tersebut, apalagi menurutnya, sudah banyak kendaraan dinas yang tidak layak pakai.

“Kendaraan itu sangat dibutuhkan kepala desa, sebab kepala desa itu ujung tombak pemerintah daerah, disisi lain kepala desa harus memiliki sarana untuk bisa merespon cepat segala kebutuhan masyarakatnya,” jelas Sri Rahayu.

“Namun saya sangat mengharapkan agar pembagian motor dinas ini betul-betul diperuntukkan bagi yang tidak atau belum memiliki motor dinas, dan tidak dipolitisir,” tambahnya.

Koordinator Watampone Anti Coruption (WAC), Ali Imran, mengingatkan Pemerintah Daerah Bone untuk adil dalam pemberian motor dinas tersebut dan jangan melibatkan kepentingan politik kelompok tertentu.

“Sekalipun penyusupkan kepentingan politik untuk saat ini sulit dihindari, di Bone ada 328 Kepala desa, hanya dua ratus yang dapat, pembagiannya harus adil agar tidak ada kepala desa yang teriak,” ucap Ali Imran. (k19/dj/C).

Komentar