oleh

Habiskan Rp1,5 M, RTRW Belum Rampung

Editor : rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Naskah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang di godok Pemerintah Kota Makassar telah menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1,5 miliar hingga tahun 2012. Meski telah menghabiskan anggaran yang cukup besar namun rancangan regulasi masih juga belum rampung.

Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Ibrahim Saleh di ruang kerjanya, Rabu (20/6). Ranperda ini telah dibahas sejak 2099 lalu dengan rincian tahun 2009 sebesar menghabiskan Rp655 juta, 2010 dan 2011 masing-masing Rp 200 juta. “Kita kembali anggarkan tahun ini sebesar Rp200 juta,” katanya.

Ranperda RTRW ini selalu terganjal di DPRD Kota Makassar. Badan legeslatif DPRD Makassar menilai draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tersebut belum lengkap. Salah satunya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar harus memberikan penjelasan tentang kawasan pendidikan yang terintegrasi dengan kawasan bisnis

“Pada saat ekspose ke DPRD ke depan, mudah-mudahan kami bisa dapat masukan dari DPRD Kota dan kami akan langsung melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan adanya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/ 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan mengamanatkan luas minimal sebesar 30 % dari luas wilayah kota yang terdiri dari 20 % RTH publik dan 10 % RTH privat. Sayangnya hingga kini persentase ruang terbuka hijau di Makassar baru sekitar 6,25 persen dari 174 kilometer luas Kota Makassar.

RTH publik adalah RTH yang dimiliki dan di kelola oleh Pemerintah Kota/Kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum.

Memang ditegaskan bahwa pemerintah kota wajib menyiapkan RTH minimal 30 persen diataranya ruang privat 10 % dan ruang publik 20 %. Namun syarat itu, kata Ibrahim sulit terwujud dan dibutuhkan jangka waktu 10 tahun ke depan untuk merealisasikannya. (RS1-RS9/eui/C)

Komentar