oleh

Polrestabes Minta Ampun Atasi Bentrok UNM

Editor : rakyat-admin-HL, Hukum-

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Maraknya aksi tawuran dan bentrokan antar mahasiswa ternyata membuat kepolisian kewalahan. Bahkan, pihak Polrestabes terkesan angkat tangan mengatasi saling serang yang kerap melibatkan mahasiswa di dalam kampus.

Kepala Sub Bidang Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polrestabes Makassar Komisaris Polisi Hj Mantasiah yang dikonfirmasi, Selasa (19/6) mengatakan, aksi tawuran yang terjadi di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi atensi petinggi Polda Sulsel. Hanya saja, kata dia, pihaknya sangat kewalahan dalam mengatasi aksi saling serang itu.

“Soalnya, jumlah mahasiswa yang terlibat tawuran tidak sebanding dengan aparat kepolisian yang menjaga di lokasi. Sehingga, polisi kewalahan.” ujar Mantasiah.

Namun demikian, Mantasiah mengaku akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak kampus terkait persoalan itu. “Koordinasi akan selalu dilakukan. Setidaknya untuk mengantisipasi aksi balasan,” tandasnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi tawuran dua kelompok mahasiswa pecah di kampus UNM, Parangtambung, Senin (18/6) sekira pukul 16.00 Wita. Bentrokan melibatkan antara mahasiswa Fakultas Seni dan Desain dengan lawannya dari Fakultas Teknik. Tawuran yang terjadi sekitar satu setengah jam itu mengakibatkan delapan unit sepeda motor yang berada di dalam kampus dibakar. Tidak hanya itu, sejumlah kaca gedung kampus pecah terkena lemparan batu.

Pihak kepolisian dari Polsek Tamalate dan Patroli Bermoto (Patmor) Polrestabes Makassar terlihat kewalahan menanggulangi aksi brutal mahasiswa yang saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. Mereka terlihat hanya berjaga-jaga di sekitar pagar kampus.

Setelah beberapa lama, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan guna memebubarkan bentrokan. Sejumlah mahasiswa kabur melalui lorong-lorong sempit di belakang kampus.

Pembantu Rektor  (PR) III Universitas Negeri Makassar (UNM)  Hamsu A Gani meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyisian di kost-kost yang berada di sekitar kampus. Itu dimaksudkan guna meminimalisir kemungkinan terjadinya bentrokan susulan. “ Kami minta kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyisiran di kost-kost sekitar kampus agar tidak terjadi bentrokan susulan,” ujarnya. (RS8/her/E)

Komentar