oleh

Peluang Pasangan Independen Masniar-Burhan

Editor : rakyat-admin-Berita-

Belum Perang, Sudah Beri Sinyal Angkat Bendera

 

RAKYAT SULSEL . TAKALAR–Kencangnya dinamika politik di Takalar membuat situasi politik sulit ditebak. Kondisi ini, tentu memerlukan penerapan strategi yang cepat dan tepat dalam berpolitik. Kalau tidak mau dibantai tim sukses calon lain, harus lebih lihai memerankan taktik gerilya guna meraih simpati masyarakat. Masih kuatnya pengaruh partai politik di Takalar, membuat calon independen atau perseorangan untuk maju  bertarung di Pilkada Takalar terbilang tipis.

Situasi medan politik seperti itu, membuat tim sukses, salah satu pasangan calon independen Hj Masniar-Burhan Talli, Masda Tutu berpikir dua kali untuk memenangkan calonnya. Masda Tutu mengakui dukungan warga Takalar terhadap calonnya masih terbilang kecil. Misalnya, di Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone Takalar. “Dukungan warga sesuai data, kami mendapat dukungan tidak sampai 100 dukungan. Pastinya itu, jumlahnya 93 dukungan,” ungkap Musda Tutu, kemarin.

Kendati demikian, dirinya menegaskan, calon yang diusungnya tetap siap berkompetisi. Malah Hj Masniar yang kini memilih maju lewat jalur independen, padahal masih aktif sebagai pengurus harian DPD Partai Gerindra Sulsel sudah menyatakan hengkang dari partai besutan Prabowo tersebut. “Sikapnya sudah disampaikan ke Pak Rudi (Rudiyanto Asapa, Ketua Gerindra Sulsel) untuk mundur atau nonaktif apabila dirinya sudah mendapat penetapan dari KPU sebagai calon bupati,” papar Musda Tutu.

Mengaca pada kader Gerindra yang mencalonkan diri di jalur independen, Tombong Rani yang sebelumnya terancam sanksi pemecatan dari partainya. Seperti diketahui, Tombong Rani menjadi wakil bupati pendamping Abdul Gani yang maju sebagai pasangan independen. Tombong Rani kini masih tercatat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra Galesong Selatan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Gerindra Takalar Indar Jaya menegaskan garis kebijakan partai jelas sesuai AD/ART. “Silakan mundur sebelum dimundurkan  dari Gerindra,” ancam Indar Jaya saat dihubungi Rakyat Sulsel via seluler, kemarin.

Selain di tubuh Partai Gerindra, sanksi pemecatan bagi kader juga membayangi Ketua DPC PAN Galesong Utara, Syafaruddin Nyampa. Yang bersangkutan lebih memilih menjadi tim sukses pasangan Abdul Gani-Tombong Rani.

Sekretaris DPD PAN Takalar, Andi Maksin Akib, mengingatkan, mekanisme sanksi terhadap Syafaruddin Nyampa sedang diproses. “Sikap seorang kader tidak patuh terhadap keputusan partai tentu harus menerima resiko sanksi,” tandasnya.(yos/D)

Komentar