oleh

Bendungan Pedanda Rubuh

Editor : rakyat-admin-HL-

Warga Keluhkan Pengerjaan Bendungan

 

RAKYAT SULSEL  . PASANGKAYU – Bendungan Pedanda, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) senilai Rp24 Miliar dari dana Edhog Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP), belum setahun sudah rubuh.

Kepala Desa (Kades) Pedanda, Riyono Patminoto, mengatakan, pembangunan bendungan tersebut kurang menimbulkan manfaat bagi masyarakat disekitar bendungan tersebut.

“Proyek pembangunan bendungan di Pedanda ini kurang bermanfaat bagi masyarakat, karena saat musim hujan, kami disini di Desa Pedanda masih tergenang banjir,” ungkapnya.

Menurutnya, mega proyek pembangunan bendungan yang menelan biaya Rp24 milyar tersebut, juga sarat dengan pelanggaran. Pasalnya bendungan yang belum selesai pengerjaannya tersebut sudah ada yang roboh.

“Masa proyek yang menelan biaya puluhan milyar yang pengerjaannya belum setahun selesai sudah ada yang rubuh,” kata Riyono.

Riyono menyatakan, diduga kuat pengerjaan proyek itu asal-asalan dimana  Konsultan Pengawas dan Perencana megah proyek itu dilakukan oleh PT Passokkorang Grup saja.

“Yang kerja megah proyek ini kan PT Aphasko yang tergabung di PT Passokkorang Grup, sementara konsultan perencana dan pengawasannya yakni Rustam dan Alwi yang tidak lain adalah juga karyawan di PT Passokkorang,” terangnya.

Lanjut Riyono, selain pembangunan bendungan, juga terdapat pembuatan tanggul diareal bendungan, dimana pembuatan tersebut berada di lahan perkebunan masyarakat, sementara tidak ada ganti rugi terhadap masyarakat areal lahannya dipakai pembangunan tanggul.

“Proyek pembangunan bendungan itu juga terdapat pembangunan tanggul diatas lahan masyarakat tanpa adanya ganti rugi,” jelasnya. (k25/dj/C)

Komentar