oleh

Badai Demokrat Belum Surut

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Polda Segera Agendakan Pemeriksaan Syukur Bijak

Ilham Ngaku Khawatir Berpengaruh ke Pilgub

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Sepertinya, badai yang melanda Demokrat belum juga reda. Di tingkat DPP, Demokrat terus dirundung masalah terkait sejumlah persoalan yang menjerat personal pengurusnya, begitu pula di tingkat DPD Demokrat Sulsel. Polda Sulselbar terus mengusut kasus yang mendera Ketua Demokrat Luwu, Syukur Bijak.

Dalam waktu dekat, Polda Sulsel akan segera mengagendakan pemeriksaan terhadap Syukur Bijak yang juga Wakil Bupati (Wabup) Luwu terkait kasus narkoba. Hanya saja, masih menunggu agenda lanjutan, termasuk meminta izin gubernur.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari mengatakan, pihak Polda Sulsel tidak akan main-main melakukan penyelidikan kasus Syukur Bijak. Apalagi, kata dia, kasus ini sudah masuk ke meja petinggi Mabes Polri.

“Tentunya masih menunggu agenda selanjutnya. Kita tentunya serius untuk menangani kasus ini. Kalau memang bukti kuat, pasti akan diproses,” terangnya, kemarin.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo menegaskan, akan segera memeriksa Syukur Bijak. “Tinggal tunggu waktu, akan segera dilakukan pemeriksaan ulang. Termasuk memeriksa darah dan rambutnya untuk uji narkoba,” tandasnya lagi.

Syukur Bijak sendiri, saat hendak dihubungi Harian Rakyat Sulsel di Luwu, belum berhasil. Namun menurut orang dekatnya, Syukur enggan berkomentar. Semuanya diserahkan kepada penasihat hukum Partai Demokrat.

 

Dikhawatirkan Pengaruhi Pilgub

 

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin mengakui adanya badai dalam partainya. “PD dalam kondisi sekarang ini memang ada masalah yang terkait kepada person dari partai. Tetapi yang saya mau katakan bahwa persoalan personal itu yang menarik opini ke dalam kelembagaan PD sehingga ada kekhawatiran, dan ini berdasarkan fakta survei yang menyebabkan tingkat kepercayaan publik semakin hari semakin menurun,” kata Ilham seusai menerima audiensi perwakilan Bank Dunia di Ruang Rapat Walikota Makassar, Selasa (19/6) kemarin.

Menurutnya, keprihatinan itulah yang kemudian mengusik pikiran kader-kader terkhusus Ketua Dewan Pembina PD dalam hal ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sehingga mengundang ketua-ketua  DPD PD melakukan pertemuan di Cikeas Bogor beberapa waktu lalu.

“Dalam pertemuan itu, dibahas bagaimana kita bermuara mempertahankan partai ini dalam rangka menghadapi pemilu 2012. Selanjutnya kami menyerahkan kepada SBY untuk melakukan upaya-upaya pemulihan yang bisa menyelesaikan masalah ini bersama-sama,” bebernya.

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Walikota Makassar dua periode ini, pihaknya yang ada di daerah ikut prihatin. “Apalagi saya sampaikan ke forum, jika masalah di DPP bisa cepat diselesaikan, karena biar bagaimanapun masalah tersebut bisa sampai ke DPD, khususnya di Sulsel. Apalagi kami di daerah akan menggelar Pilgub. Tentunya kami meminta perhatian yang lebih agar dibantu bagaimana melobi partai-partai politik yang juga akan membantu,” ungkap Ketua Harian PMI Sulsel ini.

Meskipun demikian, kondisi yang mendera PD menuai kekahawatiran bagi Ilham, pasalnya ini akan berdampak pada rencana dirinya bertarung pada Pilgub sulsel 2013. “Kalau saya pasti ada kekhawatiran, tapi tidak secara signifikan, karena masyarakat kita (di Sulsel) semakin hari semakin cerdas dalam menentukan sikap  politiknya,” tutupnya.

Ilham juga sebelumnya mengakui jika kasus Syukur sempat dibahas di Cikeas. “Waktu saya ketemu Pak SBY di Cikeas Bogor, kasus ini sempat kami bahas. Bahkan SBY dengan tegas mengatakan jika ada sedikit masalah yang menimpa kader biru Demokrat, jangan segan-segan memberikan sanksi secara organisasi,” ucap Ilham (Harian Rakyat Sulsel, 15/6).

Sebenarnya, menurunnya pencitraan Partai Demokrat bukan hanya terjadi di level nasional, tetapi merembet ke Sulsel. Jika, secara nasional, partai berlambang mercy itu dikotori dengan tudingan korupsi, justru di level lokal Sulsel dinodai aib kasus narkoba.

Pengamat politik Unhas Adi Suryadi Culla menilai kasus narkoba yang menyeret-nyeret nama Syukur Bijak bisa mempengaruhi citra partai. Apalagi, di tengah-tengah maraknya kasus yang terus menghantam partai tersebut akibat ulah para kadernya. “Kasus ini tentunya lebih pada rusaknya pencitraan partai. Dugaan terlibatnya Ketua Demokrat Luwu pada kasus Narkoba akan memberi citra negatif,” ujarnya, Senin (18/6).

Karena itu, kata Adi, sangat penting dilakukan klarifikasi dari pihak Syukur Bijak dan petinggi Partai Demokrat Sulsel. Termasuk, klarifikasi pihak kepolisian mengenai status Syukur Bijak.

Terkait pengaruh kasus tersebut terhadap citra pasangan Ilham-Azis yang mengendarai Partai Demokrat pada Pilgub mendatang, Adi menilai, bisa berpengaruh dan bisa juga tidak. Menurutnya, pandangan masyarakat berbeda-beda. Ada yang melihat berdasarkan figurnya. Tetapi, ada juga yang melihat Ilham sebagai Ketua Demokrat.

Senada, pengamat politik Prof Amin Arsyad menambahkan, suara IA setidaknya akan terpengaruh, baik itu disebabkan oleh citra Partai Demokrat secara nasional dan tentunya terkait citra Partai Demokrat di Sulsel. “Tingkat keterpilihan akan menurun terkait kasus ini, masyarakat akan menilai,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai aktor politik, apalagi ikut dalam semarak Pilgub Sulsel, mestinya tidak mengalami isu yang negatif, sebab aktor politik menjadi contoh bagi masyarakat dan konsituen, “Masyarakat akan  mempertimbangkan lagi jika ada anggota atau kader dari partai pengusung melakukan tindakan kurang terpuji, dalam hal ini pandangan masyarakat terhadap IA, tentu ada pengaruhnya, karena IA diusung Partai Demokrat, dalam analisa politik tentu akan terpengaruh” tegasnya.

Tuntasnya masalah Syukur Bijak diharapkan Ketua Lingkar Muda Indonesia (LMI) Sulsel Natsir. Menurutnya, Partai Demokrat harus memberi kejelasan tentang status kadernya yang dianggap berpotensi merusak pencitraan partai.

“Saya rasa pengaruh akuntabilitas dan tren Partai Demokrat dan Syukur Bijak akan semakin memperparah posisi Ketua DPD Partai Demokrat (Ilham Arief Sirajuddin) yang siap maju di Pilgub, ” ujarnya mengingatkan.

Partai Demokrat, harapnya, harus mengambil langkah tegas dengan memberi sanksi kadernya, sehingga posisi tren Partai Demokrat yang sekarang semakin terpuruk akan dapat kembali berada di posisi stabil. “Apalagi masyarakat secara umum sudah mengetahui kasus Syukur Bijak,” jelasnya. (RS6-RS5-RS9-her/D)

Komentar