oleh

Walikota Minta Planet Pool Ditutup

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Suguhkan Minuman Import Tanpa Ijin

 

RAKYAT SULSEL . PAREPARE – Menyikapi adanya dugaan korban kekerasan dan penganiayaan yang mengakibatkan seorang pengunjung cafe Planet Pool ditemukan meninggal di tepi tanggul Mattirotasi, Minggu (17/6) lalu, mengharuskan Pemerintah Kota Parepare menyikapi dugaan aksi kekerasan itu.

Plt.Walikota Parepare, H.Syamsu Alam, dikantor Walikota, Senin (18/6) kemarin kepada media mengaku akan segera meninjau kembali status perijinan café planet pool yang berada di jalan Mattirotasi itu.

“Kita akan meninjau status perijinan Cafe planet Pool, baik terkait ijin operasionalnya, ijin usaha, dan terlebih lagi terkait keberadaan minuman Import yang disuguhkan kepada pengunjung, Dinas Perindag akan diarahkan untuk memantau aktifitas Cafe Planet Pool,” terang Syamsu Alam.

Beberapa waktu lalu, seorang pengunjung Cafe Planet pool ditemukan warga dalam keadaan tak bernyawa di tepi tanggul Mattirotasi depan Planetpool, pengunjung warga yang berinisial Anshari juga mengalami luka sayatan didahi yang masih mengeluarkan darah segar saat ditemukan.

Pihak Kepolisian mengaku masih akan menyelidiki motif kejadian ini, 3 dari teman korban hingga saat ini masih diamankan pihak Kepolisian disel tahanan Polresta Parepare.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag), H Amran Ambar, yang mendampingi Plt.Walikota mengaku jika selama ini Pihaknya hanya mengatur ijin usahanya saja. “Terkait jam operasinya itu lebih kewilayah pihak kepolisian dan Satpol PP,” jelas Amran.

Sementara itu Kepala Bagian Penyelidikan dan Penyeludupan Bea dan Cukai Parepare, Arif, kepada Rakyat Sulsel, mengaku jika minuman jenis import yang disuguhkan di Cafe Planet Pool, selama ini tidak pernah ditindaki,

“Keberadaan minuman import itu tidak melalui Parepare dan tanpa NPPBKC (nomor pokok penjualan barang kena cukai.red) penjualannya juga tertutup, olehnya pihaknya juga akan melakukan razia terhadap keberadaan minuman Import itu, katanya. (k7/dj/C)

Komentar