oleh

UNSD tak Akan Dihapuskan

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Kemendikbud Tolak Usulan Dinas P dan K Sulsel

 

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berlangsung di salah satu Sekolah Dasar di Sulsel. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menolak usulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel untuk meniadakan Ujian Nasional tingkat SD.

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR—Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengaku enggan menghilangkan pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar sebagaimana permintaan dari pihak Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan.

“Belum bisa. Apalagi pembuatan soal dan pemeriksaan ujian nasional tingkat sekolah dasar dikerjakan langsung oleh pemerintah di daerah. Saya juga belum mendengar usulan seperti itu,” ujarnya, baru-baru ini.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Abdullah Jabbar, mengatakan akan mengusulkan peniadaan ujian akhir nasional di tingkat sekolah dasar menyusul selama tiga tahun berturut siswa SD di Sulawesi Selatan lulus 100 persen.

Menurut Musliar, sampai saat ini belum ada keinginan pemerintah untuk menghilangkan proses pelaksanaan Ujian Nasional, baik di tingkat SD, SMP, dan SMA. Pasalnya, kata dia, UN merupakan alat pemotivasi dan penyemangat bagi guru dan siswa untuk senantiasa belajar mengajar.

“Kalau dihilangkan, nanti mereka kurang bersemangat. Dengan alasan, toh guru juga yang menentukan kelulusan,” ujar Musliar.

Sementara, Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan, Prof Halide, menilai, sudah sangat tepat jika UN tingkat SD dihilangkan. Dia menyarankan agar anggaran pelaksanaan UN ini dialihkan ke perbaikan mutu dan kualitas pembelajar. “Meskipun saya juga sangat sepakat,tapi kalau UN tingkat SMP dan SMA itu masih harus diberlakukan,” kata Halide.

Dia menambahkan, tidak ada manfaat pasti dari penyelenggaraan UN di tingkat SD ini. Menurut Halide, pelaksanaannya hanya akan membuat siswa kerepotan dalam urusan belajar. Sementara kata dia, ijazah SD nyaris tidak ada kegunaannya, kecuali untuk digunakan sebagai berkas ke tahapan sekolah lanjutan tingkat pertama.

“Jangankan ijazah SD, ijazah SMA saja seakan-akan tidak ada artinya di dunia kerja,” ujar Halide.(RS5/eui/C)

Komentar