oleh

Komnas Waspan Sebut Intelijen Polda Sulsel Lemah

Editor : rakyat-admin-Hukum-
Nasutian Jarre

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Maraknya bentrokan dan tawuran antara mahasiswa di Makassar mengindikasikan lemahnya intelijen kepolisian. Sistem pendekatan yang seharusnya dilakukan intelijen tidak membuahkan hasil.

Sekretaris Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara Republik Indonesia (Komnas Waspan RI) Nasutian Jarre kepada Rakyat Sulsel mengatakan, kelemahan intelijen Polda Sulsel dikarenakan tidak mampu melakukan deteksi dini terhadap tawuran atau bentrokan. “Sudah jelas, kelemahan intelijen kepolisian karena tidak mampu melakukan pendekatan dan deteksi dini. Buktinya, dalam dua pekan terakhir bentrokan antar mahasiswa kerap terjadi,” terangnya, Senin (18/6) kemarin.

Pada umumnya, kata dia, tugas seorang intelijen memiliki tiga fungsi dasar. Yakni pengumpulan, analisis dan, ciri yang melekat pada seluruh proses intelijen adalah kontra intelijen. Fungsi keempat yang agak jarang dilakukan oleh badan intelijen luar negeri adalah tindakan tertutup yang semakin sering diperdebatkan apakah hal tersebut merupakan fungsi intelijen yang pantas dalam negara maju.

“Pengumpulan merupakan prinsip dasar dari intelijen. Yakni upaya untuk mendapatkan informasi tentang orang, tempat, kejadian dan kegiatan yang dibutuhkan oleh pemerintah atau lembaga namun tidak dapat diperoleh melalui sumber-sumber yang terdapat secara luas dalam masyarakat. Termasuk dalam mengidentifikasi kemungkinan terjadinya kondisi yang rawan,”ungkap Nasution.

Selain itu, seharusnya peran analisa terhadap suatu permasalahn harusnya tepat. “Tapi kenyataannya analisa terhadap kasus bentrokan kurang dilakukan. Hingga akhirnya, bentrokan terus saka berulang,” tandanya lagi.

Hal yang sama dikatakan, Wakil Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulsel, Andi Baso Tenri Gowa. Intelijen Polda Sulsel dianggap belum mampu melakukan pemecahan masalah terhadap kasus bentrokan. “Atau kah, jangan sampai bentrokan itu hanya sebagai bagian dari intraintelijen untuk mengalihakan perhatian. Namun demikian, kita berharap agar kapolda bisa lebih memberikan atensi terhadap kasus-kasus tawuran ini,” katanya.

Kasus tawuran harus didalami untuk mencari akar masalahnya. “Sehingga bisa dipecahkan peroslan itu secara bersama. Meskipun tetap melakukan penindakan secara tegas sebagai bentuk efek jera,” imbuhnya. (RS8/her/C)

Komentar