oleh

Dua Mahasiswa STMIK Terancam DO

Editor : rakyat-admin-HL, Hukum-

Buntut Saling Serang Bulukumba-Palopo

 

Pemaparan Bentrok antar mahasisw PALOPO DAN BULUKUMBA

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Pihak rektorat kampus Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (Smtik) Dipanegara bakal memberikan sanksi tegas terhadap dua oknum mahasiswanya yang terlibat saling serang beberapa waktu lalu. Oknum mahasiswa itu akan diberikan sanksi Drop Out (DO) atau dikeluarkan dari kampus.

Pembantu Rektor (PR) III Stmik Dipanegara, Saiful mengaku tidak akan mentolelir oknum mahasiswa Stmik yang terlibat kasus saling serang antara mahasiswa Bulukumba dan Palopo. “Mereka akan dikenakan sanksi DO. Ini sudah komitmen kami,” ujarnya yang ditemui di sela rapat koordinasi konflik mahasiswa asal Luwu dan Bulukumba, di Aula Mapolrestabes Makassar, Senin, (18/6) kemarin.

Dikatakan, kedua oknum mahasiswa Stmik sudah ditahan bersama delapan orang lainnya dari kampus lainnya di Makassar. “Pokoknya mereka langsung akan dikeluarkan. Soalnya sudah mencoreng nama baik kampus,” terangnya lagi.

Rapat koordinasi yang digelar Polrestabes Makassar ini dimaksudkan untuk mencari titik temu permasalahan yang timbul hingga ada tawuran mahasiswa antar daerah itu.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan dari masing-masing daerah yang mahasiswanya bertikai. Yakni Wakil Wali Kota Palopo Rahmat Bandaso, Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Sekretaris Daerah Luwu Utara Mujahidin Ibrahim, Wakil Bupati Bulukumba, H Syamsuddin, Burhanuddin Baso Tika, Kapolres Luwu Timur, Andi Firman M, Kapolres Palopo Fajruddin dan beberapa pejabat tinggi di lingkup Kepolisian Daerah (Polda) dan TNI, Wakil Ketua Komis A DPRD kota Makassar.

Selain pejabat dari daerah masing masing mahasiswa, rapat tersebut juga dihadiri oleh beberapa Pihak perguruan tinggi di Makassar. Antara lain Universitas Muslim Indonesia, Universitas Indonesia Timur, Universitas Negeri Makassar dan Stimik Dipanegara.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulselbar, Irjen pol Mudji Waluyo yang ikut hadir dalam acara itu menegaskan masalah yang dihadapi saat ini merupakan masalah yang sangat serius. Mudji mengaku, tanpa campur tangan dari masing masing Stakeholder, masalah tersebut tidak mungkin terselesaikan. “Masalah ini bukan masalah sepele, masing-masing stakeholder harus terlibat menyelesaikannya,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini juga sempat disinggung tentang banyaknya warga yang tinggal di dekat asrama mahasiswa asal daerah yang sudah jenuh dengan keberadaan para mahasiswa asal daerah. Bahkan menurut pengakuan Kapolerstabes Makasssar, Kombes Pol Erwin Triwanto, pihaknya sering mendapat laporan dari Lurah yang wilayahnya dijadikan asrama mahasiswa daerah. ” kami sering mendapat keluhan dari warga yang menolak bila di sekitarnya didirikan asrama mahasiswa,” ujarnya. (RS8/her/D)

Komentar