oleh

Jilbab, Antara Gaya Dan Rekonstruksi diri

Editor :rakyat-admin-Gaya Hidup

RAKYAT SULSEL . ERA tahun 80-an merupakan awal munculnya kecenderungan baru di kalangan perempuan muslim terutama di kalangan remaja untuk mengenakan pakaian yang menutupi tubuh dari kepala hingga kaki.

Menurut Irmayanti, Salah satu Mahasiswa Unhas yang kesehariannya memkai Jilbab ini , kecenderungan tersebut semakin meluas tidak saja dipraktikkan oleh para perempuan muda, tetapi juga oleh generasi yang lebih tua. Misalnya saja para perempuan muslim yang pulang dari naik haji cenderung untuk mengenakan pakaian – yang disebutnya sebagai – gaya Arab.

Sebagian besar dari mereka hanya memakai pakaian semacam itu selama sekitar empat puluh hari pertama dan kemudian kembali pada pakaian Barat, namun beberapa diantaranya tetap mengenakannya secara permanen.

Pakaian gaya Arab yang dimaksud oleh Irmayanti adalah busana yang saat ini populer dengan sebutan jilbab.

Perjalanan panjang pemakaian jilbab di Indonesia memang tergolong keras dan berliku. Sejak masa penjajahan dahulu,

pemakaian jilbab sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru (istilah jilbab berarti pakaian terusan panjang yang menutup seluruh tubuh, tetapi di Indonesia lebih mengacu pada kerudung atau penutup kepala, dan kadang diartikan pula sebagai busana yang menutup aurat perempuan. Untuk memudahkan pembicaraan, jilbab disini mengacu pada istilah kerudung).

Para siswi sekolah-sekolah di Makassar, misalnya, sudah menggunakan kerudung, begitu juga dengan para pelajar dari sekolah-sekolah Islam, namun ada pula kebiasaan memakai jilbab yang muncul karena adat, bukan karena kesadaran konsep menutup aurat seperti yang diperintahkan agama tetapi disifati sebagai tuntutan adat semata.

Selama kurun waktu 80-90-an jumlah pemakai jilbab terus bertambah, utamanya di kalangan mahasiswa dan pelajar. Saat ini di ruang-ruang publik, jilbab sudah menjadi pemandangan yang semakin umum. Hampir tidak ada satu tempat, kalangan, atau lembaga pun yang tidak tersentuh jilbab. Di kantor, lembaga –lembaga pemerintah, LSM, hotel, rumah sakit, kalangan ilmuwan, pejabat negara, artis, buruh, pengusaha, semua telah tersentuh jilbab. Berbagai jenis dan model jilbab yang anggun pun semakin banyak dikreasikan.(RS1/D)

Komentar