oleh

Petugas Kesehatan tak Betah di Kantor

Editor :rakyat-admin-Daerah

RAKYAT SULSEL . PANGKEP- Warga Pulau Badi, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkep mengeluhkan kelakuan petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sering meninggalkan tempat tugasnya. Warga yang sakit terpaksa harus ke kepulau terdekat menggunakan jolloro untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Menurut salah seorang warga, Hamzah, hal ini terjadi hamper setiap bulan.”Selalu kosong petugasnya, tiap bulan dua atau tiga hari kosong. Jadi kalau mau berobat kita ke Pulau Sarappo,” keluh Hamzah.

Di Pustu Pulau Badi terdapat dua orang tenaga kesehatan, satu orang perawat yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan satu orang bidan yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT). Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief justru membantah pengakuan warga. “Tidak benar ada kekosongan seperti itu. Hari itu pas mereka pergi ambil gajinya,” bantah Indri.

Indriaty juga mengakui kondisi pelayanan kesehatan di daerah kepulauan memang belum maksimal karena jumlah tenaga medis yang bertugas di Pustu belum ideal.

“Idealnya itu empat orang, satu bidan, satu perawat, satu petugas gizi, dan satu orang petugas kesehatan lingkungan. Saat ini memang kita masih sangat kekurangan tenaga, jadi untuk saat ini untuk satu Pustu baru diisi dua orang petugas,” uajr indri.

Kondisi ini mengundang kecaman dari Anggota DPRD Takalar, Abdul Rauf . “Ini tidak harus terjadi. Persoalan kesehatan itu adalah persoalan mendasar,” ujar ketua DPC PAN Pangkep ini.

Rauf menambahkan pihaknya sering mengimbau Dinas Kesehatan agar tidak menganaktirikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil termasuk di pulau-pulau.

“Sudah sering disampaikan ke kepala dinas, kalau ada petugas yang tidak disiplin harus ada sanksi minimal teguran dari atasannya,” ucapnya.

“Tapi kita harus maklum bahwa kondisi di pulau itu tidak sama di darat. Makanya saat ini kami sementara mengurus di Bappenas agar ada uang transpor untuk petugas medis dan guru-guru di pulau,” tutup Rauf yang mengaku sedang Kunjungan kerja (Kunker) di kantor Bappenas Jakarta. (K5/eui/D)

Komentar