oleh

Garuda’ Na “Acak-acak” Sarang SYL-IA

Editor :rakyat-admin-Berita

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR — Pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur Andi Rudiyanto Asapa-A Nawir Pasingringi (Garuda’Na) kini tancap gas. Setelah melakukan deklarasi beberapa waktu lalu, Garuda’na langsung “terbang” ke sejumlah daerah untuk roadshow. Daerah yang dituju pun daerah yang selama ini diklaim sebagai basis dua pasangan sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA).

Sosialisasi yang dilakukan Garuda’Na memang terkesan terlambat dibanding dua rivalnya. Minus tujuh bulan dari pelaksaan Pilgub yang akan digelar 22 Januari 2013 mendatang, adalah waktu yang tidak banyak untuk sosialisasi politik bagi Garuda’Na. Apalagi, Sulsel yang memiliki 24 kabupaten/kota dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) diperkirakan mencapai tujuh jutaan, membuat tim pemenangannya harus bekerja lebih ekstra.

Garuda’Na pun kini mulai melakukan roadshow. Pasangan yang baru melakukan deklarasi ini akan “mengacak-acak” beberapa daerah yang selama ini dikenal sebagai basis dua rivalnya, SYL dan IA.

Mulai hari ini, Sabtu (16/6), Garuda’Na akan melakukan roadshow ke tiga daerah. masing-masing Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba. Daerah ini, selama ini dikenal sebagai basis SYL.

Di sini, tim Garuda’ Na akan bertemu relawan dan simpatisan di Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto, dilanjutkan sore harinya, bertemu relawan dan simpatisan di Bantaeng. Malam harinya, bertemu dengan tim dan relawan di Tanete Bulukumba. “Rencana dalam kunjungan di tiga kabupaten ini akan dilakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, dan juga akan melakukan kampanye dialogis,” ujar juru bicara Garuda’Na, Nasrullah Mustamin, kemarin.

Besok, Minggu (17/6), Rudi dan Tim Garuda’Na akan seharian di Bulukumba. Selanjutnya, Senin (18/6), Rudi akan menyambangi tiga daerah lainnya di Bosowa, yaitu Bone, Soppeng, dan Wajo (Bosowa). Salah satu daerah itu, Bone, dikenal sebagai basis IA. Maklum, Ilham dikenal sebagai orang Bone.

Di Bone, Rudi akan memperingati Isra Mi’raj, selanjutnya ke Kecamatan Bola dan Sabbang di Wajo untuk melakukan konsolidasi tim. Malam harinya akan bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Soppeng.

Kedatangan Rudi ini hanya berselang satu pekan setelah kedatangan SYL di Soppeng, Wajo, dan Pinrang, yang datang menyerahkan Piala Adipura. Pekan lalu juga, Aziz Qahhar juga datang ke Wajo dan  Soppeng. Nah, sekarang, giliran Garuda’Na yang akan “mengobok-obok” daerah itu.

Memang, kini persaingan di Pilgub tidak lagi memolarisasi pada dua kandidat (SYL dan IA), namun kini usai deklarasi Garuda’ Na pekan lalu membuat ketat persaingan, baik itu persaingan di wilayah pantai selatan maupun wilayah Bosowa sebagai salah satu representasi politik. Dukungan suara di wilayah ini juga memang sangat strategis.

 

 

Dukungan PAN

 

Bila pasangan IA dan Garuda’Na telah melakukan deklarasi secara paket (berpasangan), berbeda dengan SYL yang baru melakukan deklarasi seorang diri, belum bersama dengan pasangannya, Agus Arifin Nu’mang.

Sejumlah parpol pun telah merapat ke Sayang jilid II. Terakhir, parpol yang disebut-sebut merapat adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Namun rekomendasi PAN ini menundang debat kusir di antara tim pemenangan dari kandidat lain.

Ketua Komunikasi dan Publikasi Partai Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal, sempat meragukan pernyataan anggota Bappilu DPW PAN Irfan AB, terkait rekomendasi PAN. Menurut Ical — panggilan akrab Syamsu Rizal –, pernyataan Irfan AB keliru dan tidak mendasar. Demokrat sendiri dipastikan akan mengusung pasangan IA.

“Saya meragukan pernyataan Irfan AB tentang keberadaan surat keputusan (SK) asli dukungan terhadap pasangan Sayang Jilid II telah dipegang Ketua DPW PAN Ashabul Kahfi, sebab sepanjang pengetahuan saya ketua DPP PAN Hatta Radjasa yang langsung memerintahkan kepada ketua DPW PAN Sulsel untuk memberlakukan status quo-kan SK yang dikirim dalam bentuk faximile tersebut  sampai ada kejelasan yang lebih komprehensif,” ungkapnya melalui pesan blackberry masanger yang dikirim ke Rakyat Sulsel.

Menurutnya, soal dukung mendukung PAN pada pilgub Sulsel nantinya akan dilalui sesuai dengan mekanisme partai. Jika seandainya SK asli telah ada di tangan ketua DPW PAN, ujar Ical, pasti ketua DPW PAN segera membawanya dalam rapat harian yang akan ditindaklanjuti secara teknis dan administrasi kepartaian di internal PAN.

Dia melihat, terkait dukungan PAN sampai kini masih sangat dinamis dan belum menentukan sikap final. Bahkan, dia mengaku bahwa sebagian DPD PAN se-Sulsel sebenarnya menginginkan dukungan ke pasangan IA.

Kontan saja, pernyataan Ical ini mendapat respon dari PAN. Wakil Ketua DPW PAN yang membidangi Litbang dan juga anggota tim 7 DPW PAN, Irfan AB, menganggap, keputusan ini merupakan keputusan internal partai PAN. Siapapun yang bukan kader PAN tidak memiliki hak untuk melakukan interpensi. “Saya rasa saudara Ical adalah kader Demokrat, jadi apa yg dikemukakan saudara Ical adalah bentuk ketidaktahuannya terhadap apa yg terjadi di PAN. Jadi dia tidak berkompeten untuk membicarakan hal ini,” ulasnya melalui blackberry masangernya.

Politisi muda ini menambahkan bahwa PAN memiliki tradisi sendiri, dimana dalam tradisi tersebut PAN tidak pernah mengeluarkan Surat Keputusan dua kali. Menurutnya, justru Ketua Umum PAN Hatta Rajasa  justru memutuskan rekomendasi setelah melihat hasil survey bahwa voters PAN atau kader PAN masih sebahagian besar ke Sayang.

“Jadi kalau bukan urusan internal partai kalian janganlah mencoba mencapuri internal partai kami, karena kami tidak pernah menggangu internal partai kalian,” ucapnya. (RS6-RS11/D)

Komentar