oleh

Peserta SNMPTN Harus Lulus Bermartabat

Editor :rakyat-admin-HL, Wawancara
AM IQBAL PAREWANGI, Direktur GAMA Collage

RAKYAT SULSEL — Pelaksanaan ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hingga saat ini belum dapat dipisahkan dari aksi perjokian. Meskipun diharamkan, tetapi dari tahun ke tahun para joki selalu saja beraksi. Bahkan cenderung gaya atau sistem yang dipergunakan juga semakin canggih saja. Lalu bagaimana tanggapan AM Iqbal Parewangi, selaku Direktur GAMA Collage, salah satu lembaga bimbingan belajar terkemuka di Sulsel, mengenai perjokian dan apa dampak yang ditimbulkan aktivitas yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab ini. Berikut petikan wawancara AM Iqbal Parewangi dengan Harian Rakyat Sulsel, di Ruang Kerjanya, Senin (11/6):

 

+Bagaimana Anda menilai dan memandang adanya perjokian yang selalu saja membayang-bayangi pelaksanaan SNMPTN?

-Tidak dapat kita pungkiri pelaksanaan SNMPTN memiliki sisi buram. Menyangkut masalah ini pastinya bicara dari sisi kriminalitas SNMPTN. Faktanya, dari tahun ke tahun kriminalitas SNMPTN selalu saja terjadi, salah satunya yang paling menonjol adalah perjokian dan ini merupakan bentuk kriminalitas pendidikan. Kenapa saya sebut demikian, karena yang seharusnya dinyatakan lulus atau terseleksi adalah peserta terbaik, yang meraih impiannya secara bermartabat dan akan menjalankan perannya secara bermartabat pula, utamanya saat mulai mengaplikasikan keilmuannya atau pada saat sudah bekerja nantinya. Bukannya, justru yang menggunakan cara-cara kotor yang lulus. Adanya oknum-oknum yang mau menempuh jalan perjokian juga akan dipertanyakan. Dipastikan mereka akan jadi dokter yang dipertanyakan martabatnya, insinyur atau pemerintahan yang juga dipertanyakan martabatnya. Proses yang dijalani diraih dengan kriminal, jadinya berujung pada kriminalitas sosial atau pendidikan.

 

+Kenapa Anda mengatakan demikian?

-Kelakuan mereka sudah mengarah ke kriminalitas pendidikan, karena pelakunya jelas-jelas merampas hak-hak yang calon mahasiswa yang seharusnya berhak masuk dengan sistem bermartabat, tetapi digugurkan oleh peserta yang menggunakan jasa perjokian. Ini jelas-jelas aktivitas yang tidak bermartabat. Parahnya lagi karena kriminalitas ini terjadi di dunia pendidikan, yang seharusnya memiliki martabat tinggi. Jadi kalau kelak mereka sudah jadi pemimpin, maka mereka juga akan ikut merampas hak-hak orang lain, ini implikasi jangka panjangnya ke depan.

 

+Lalu, bagaimana pengamatan Anda terhadap perjokian, yang memang marak terjadi termasuk di Sulsel, setiap kali pelaksanaan SNMPTN?

-Panitia Pelaksana SNMPTN memang selalu memerangi kriminalitas ini, termasuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Tetapi, semakin canggih panitia mengantisipasinya, semakin canggih pula para joki menjalankan aksinya. Contohnya saja, salah satu modus canggih yang dipergunakan tahun lalu adalah menggunakan papan pengalas sebagai medianya. Papan pengalas itu dipasangkan layar untuk digunakan berkomunikasi melihat kunci jawaban. Cara ini dilakukan karena peserta dilarang membawa alat komunikasi (handphone) ke dalam ruangan ujian. Bahkan, tahun ini menghadapi pelaksanaan ujian SNMPTN, yang dilaksanakan hari ini, para joki menggunakan modus baru, yaitu dengan meminta bayaran Rp 2-5 juta, yang harus dibayarkan di awal, lalu memberikan bimbingan khusus atau dihotelkan sebelum ujian. Mereka mengiming-imingi mampu meluluskan pada SNMPTN dan akan meminta bayaran penuh setelah lulus, misalnya untuk masuk ke kedokteran dipatok dengan bayaran Rp 150 juta. Bisa dibayangkan akan jadi dokter apa nantinya dengan menggunakan cara seperti ini?. Jaringan ini tengah jalan mencari korban sebelum pelaksanaan SNMPTN.

Kenapa saya ketahui soal ini, karena murid atau peserta bimbingan kami (GAMA Collage, Red) banyak yang melaporkan ditawari lulus SNMPTN dengan cara-cara tidak terpuji seperti ini. Tetapi kami selalu memberikan wawasan dan pemahaman jika untuk meraih impian lulus SNMPTN harus ditempuh secara bermartabat dan alhamdulillah tidak ada anak-anak kami (peserta bimbingan belajar, Red) yang sampai terpengaruh.

 

+Tindakan tegas seperti apa yang seharusnya dilakukan guna memberantas perjokian ini?

-Siapapun pelakunya, apakah itu peserta SNMPTN, jokinya, oknum perantara atau pihak-pihak yang menjembatani perjokian ini harus dihukum berat. Tidak hanya secara akademik, tetapi juga pidana, termasuk tuntutan perdata atas orang-orang yang dirugikan, yang telah dirampas haknya dalam hal ini hak orang-orang yang seharusnya lulus secara bermartabat tanpa menggunakan joki.

 

+Khusus soal kesiapan peserta menghadapi SNMPTN, bagaimana kesiapan peserta bimbingan belajar di GAMA Collage?

-Keyakinan kami di GAMA Collage menyiapkan siswa untuk lulus SNMPTN, tidak hanya lulus, tetapi lulusnya harus bermartabat. Kalau dikatakan pembeda, iya bisa demikian. Apalagi, kita memang menyiapkan konsultan psikologi dari Universitas Gajah Mada (UGM). Biayanya memang mahal, tetapi demi kualitas dan hasilnya bermartabat. Insya Allah, kami jamin sejak 23 tahun kehadiran GAMA Collage (didirikan 21 Januari 1990) selalu meluluskan SNMPTN peserta bimbingan yang bermartabat.

Jadi kelak jika ada lulusan perguruan tinggi yang pernah mengecap bimbingan belajar di sini menjadi gubernur, akan menjadi gubernur bermartabat, anggota DPR atau DPRD yang tidak ke sana-ke mari kibuli masyarakat, dan jadi pejabat bupati/wakil bupati yang sabu-sabu.

Di sini kita menekankan bimbingan plus penyadaran. Ini juga pembeda utama dengan bimbingan belajar lainnya. Termasuk pandangan yang kita selalu tekankan masuk perguruan tinggi negeri itu, merupakan kado terindah untuk kedua orang tua, sekaligus sebagai murid adalah kado terindah bagi orang tua kedua dalam hal ini guru. Makanya, jika ingin lulus SNMPTN dengan mudah harus takzim kepada kedua orang tua dana guru. Jadi sebelum memulai bimbingan belajar di sini terlebih dahulu harus meminta maaf secara ikhlas, minta izin, dan minta restu untuk lulus kepada kedua orang tua. Kita tanyakan kepada calon peserta bimbingan belajar untuk melakukan ini, jika ada yang belum, mereka wajib hukumnya bertemu atau segera menelepon kedua orang tuanya.

Di sini kondisi akademik, tim pengajar minimal S2 dan IPK 3,3, satu-satunya bimbingan belajar menggunakan modul berseri sampai tujuh seri. Semua tentor dan manajemen GAM A Collage juga berbasis kesadaran spritual, semua berasal dari aktivis masjid di kampus. Termasuk kita menekankan metode praktis the maestro 0,8 menit per soal. Jadi khusus pada pelaksanaan SNMPTN tahun 2012 ini kita targetkan tingkat kelulusan bisa mencapai 96 persen dari 680 peserta bimbingan belajar. Dimana tahun 2010 tingkat kelulusan sebesar 81 persen dan 2011 sebesar 87,5 persen. Tetapi itu tadi kelulusan di GAMA Collage harus bermartabat sesuai dengan pegangan kita “Pride More Than Price”, yang kita tafsirkan di sini adalah Kebanggaan Lulus Bermartabat Jauh Lebih Tinggi Nilainya Dibandingkan Rupiah. (***)

Komentar