oleh

Pemprov Dapat 20 Persen dari GDP

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-


Sepakati Sharing Manajemen

 

RAKYAT SULSEL –– Taman wisata Gowa Discovery Park (GDP) yang dibangun di areal Benteng Somba Opu, akan segera diresmikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan PT Mirah Megah Wisata selaku investor pun telah menyepakati item-item perjanjian kerja sama dan bagi hasil dalam proyek senilai Rp 30 miliar itu.

Sharing bagi hasil antara Pemprov Sulsel dan PT Mirah Megah Wisata, dibahas dalam rapat koordinasi pemantapan perjanjian kerja sama bagi hasil GDP, yang digelar di ruang kerja Sekda, Jumat (8/6). Sekprov Sulsel, Andi Muallim, mengungkapkan, rapat membahas seluruh kelengkapan administrasi sebelum diresmikan. Khususnya, perjanjian kerja sama, kemudian nilai-nilai yang harus ditaksasi untuk menemukan sampai 20 persen untuk kontribusi.

“Dua puluh persen itu sudah standar dan layak. Kalau tidak layak kan tidak bisa kerjasama. Jadi, dilayakkan dulu. Pihak investor juga sudah sepakat,” ungkap Muallim.

Untuk perbandingannya, adalah nilai tanah, jumlah modal masuk dibandingkan dengan berapa layaknya kontribusi per tahun. Angka 20 persen tersebut, menurut Muallim, sudah layak. Bahkan, sudah meningkat dari perkiraan sebelumnya yang hanya 19 persen.

“Sudah meningkat dari sebelumnya yang hanya 19 persen,” ujarnya.

Selain sharing bagi hasil, Pemprov dan PT Mirah Megah Wisata juga menyepakati sharing manajemen. Dimana, pemerintah daerah menempatkan sepuluh orang untuk mengawas. Posisinya adalah komisaris mengingat bentuk perusahaan pihak investor adalah perseroan terbatas.

“Perjanjian kerja sama ini sudah diminta secepatnya. Saya beri waktu satu minggu untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi. Setelah itu, kita tunggu waktu Pak Gubernur untuk meresmikan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, perjanjian kerja sama kedua pihak merupakan keharusan dalam operasionalisasi taman wisata tersebut karena tanah yang digunakan untuk membangun kawasan wisata merupakan aset pemerintah daerah. Aturan yang mengikat dalam kerja sama adalah Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tentang Pengelolaan Barang Daerah.

Penghitungan nilai aset kawasan cagar budaya dan situs kawasan Benteng Somba Opu terkait pembangunan GDP telah dilakukan sejak Mei 2011 lalu melalui tim independen penaksir yang ditunjuk Biro Ekonomi Provinsi Sulsel. Hasil taksiran akan menjadi dasar perhitungan nilai bagi hasil yang diperoleh pemerintah provinsi, Pemkab Gowa dan pengelola situs serta pertimbangan kemungkinan diperlukannya perwakilan dari provinsi duduk dalam jajaran komisaris atau direksi termasuk menjadi acuan sebelum melakukan penandatangan perjanjian kerja sama pengelola GDP. (RS5/dul/D)

Komentar