oleh

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) , Target Produksi 16,89 Juta Ton.

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis, HL-

RAKYAT SULSEL –– Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menarget produksi 2014 sebesar 16,89 juta ton untuk perikanan budidaya yang tumbuh sebesar 535 persen dari produksi 2009 yakni sebesar 4,78 juta ton. KPP optimis karena pertumbuhan produksi perikanan budidaya pada 2011 lalu telah mencapai 6,97 juta ton.

Mentri Kelautan dan Perikanan, Sherif C. Sutardjo saat membuka acara Indonesia Aquaculture (Indoaqua) dan forum Inovasi Teknologi Aquaculture (Fita) di hotel Aryaduta, Makassar (8/6). mengatakan, Guna mewujudkan target ini KKP mendorong Industrialisasi udang pada tahap awal yang akan di fokuskan di pantai utara pulau jawa. Tahun 2012 KPP akan merehabilitasi saluran primer, sekunder, dan tersier pada kawasan tambak seluas 20 ribu ha di enam kabupaten diantaranya Provinsi Banten, dan Provinsi Jawa Barat.

KKP berusaha meningkatkan produksi perikanan budidaya laut seluas 12.545 hektar (ha), dan baru terealisasi sebesar 117.649 ha. Sharif menyadari target tersebut terbilang fantastis, namun dengan potensi dan sumber daya yang ada kita harus optimis merealisasikan target tersebut.

Komitmen ini terbukti dengan mengutamakan komuditas udang, rumput laut, bandeng, dan patin sebagai komuditas utama dalam meningkatkan industrialisasi perikanan. KPP juga mengembangkan kerjasama dan kemitraan dengan perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya. Guna meningkatkan daya saing tinggi di tingkat global dan memenuhi standar mutu pangan (food safety).

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, saat memberi sambutan dalam acara Indonesia Aquaculture (Indoaqua) dan forum Inovasi Teknologi Aquaculture (Fita) menjelaskan, Sulsel sebagai daerah maritim yang memiliki sumber daya laut yang kaya,  memberikan kontribusi yang sangat besar dari sektor kelautan dan perikanan, dari akumulasi produksi kelautan dan perikanan 2011 Indonesia mencapai 6,2 juta ton dan Sulsel memberikan kontribusi sebanyak 30 persen dengan nilai 1,8 juta ton.

“Hasil ini membuktikan bahwa produksi perikanan dan kelautan Sulsel harus lebih di perhitungkan dan diutamakan karena produktivitas hasil budidaya perikanan mampu bersaing dikancah Nasional dan global,” jelasnya.

“Selain itu Sulsel juga termasuk produsen terbesar di Indonesia dalam sektor rumput laut, hal ini menjadi alasan yang kuat kenapa Sulsel harus menjadi centra produksi dan pengelolaan perikanan dan kelautan,” tambah Agus.

Indoaqua-Fita kali ini diikuti lebih dari 500 peserta sehingga kegiatan ini akan menjadi forum penyatuan visi dan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perbankan, pelaku usaha, pembudidaya ikan, dan stakeholder lainnyadalam industri perikanan budidaya. Selain itu, eksebisi ini dapat menjadi forum pertukaran penelitian dan pengembangan, teknologi terapan dan informasi dalam pengembangan perikanan budidaya melalui eksposre maupun evaluasi seluruh aktivitas usaha perikanan budidaya dengan hasil yang telah dicapai dan prospek pengembangan ke depannya,  tutur Slamet.

Event yang berlangsungselama tiga hari mulai 8/6 sampai 11/6 ini meliputi beberapa item kegiatan, yaitu, seminar, pameran, temu bisnis, dan talk show, dapat menyajikan, teknologi terkini, di bidang perikanan budidaya, serta menjadi forum komunikasi antar stakeholder dan pengusaha dibidang perikanan budidaya. (RS10)

 

 

Komentar