oleh

Polandia vs Yunani Live RCTI 24.00 WITA

Editor : rakyat-admin-Olahraga-

 

Yunani Terkenang Memori Euro 2004

 

RAKYAT SULSEL — JUARA Euro 2004, Yunani ber­tekad mengulang kesuksesannya di Euro 2012.  Yunani akan mendapat ganjalan pertama dari tuan rumah Polandia di grup A sekaligus pembuka Euro 2012 di  National Stadium, Warsawa malam ini (Live RCTI mulai pukul 24.00 WITA).

Seperti diketahui, pada Euro 2004 di Portugal, Yunani bukanlah tim unggulan. Namun, tim yang kala itu dilatih Otto Reha­gel membuat kejutan di pertan­dingan pertama yaitu sukses mengalahkan tuan rumah Portugal 2-1.

Untuk Euro tahun ini, Yunani dipoles Fernando Santos menempati Grup A bersama dengan salah satu tuan rumah, Polandia. Maka wajar jika Yunani mengharapkan keajaiban untuk bisa mengulangi prestasi fenomenal mereka tersebut. Mengalahkan Polandia di laga pembuka  adalah langkah awal untuk itu.

Yunani juga diperkuat gelandang berbakat Sotiris Ninis yang baru pulih dari cedera lutut dari laga melawan Israel di babak kualifikasi September lalu.

“Yang kami tahu tentang Yunani adalah mereka tim kolektif. Mereka bersatu dan membuktikan mereka pandai memanfaatkan kesempatan,” kata asisten pelatih Polandia Hubert Malowiejski

Sebelumnya, pelatih Fernando Santos sesumbar jika timnya ba­kal menjadi ancaman bagi tim-tim besar di Piala Eropa tahun ini. Namun status tuan rumah tentu bakal memacu motivasi Polandia untuk mengalahkan Yunani.

“Tak akan ada yang mampu mengalahkan Yunani dengan mu­dah. Tak ada yang lebih bagus da­ripada Yunani. Para pemain saya layak mendapatkan doa untuk sebuah keberhasilan. Merekalah yang memberi saya kepercayaan diri dan ingin membuat rakyat Yunani senang, ” ujar Santos.

“Skuad Polandia akan mendapat tekanan karena mereka akan bermain di depan pendukung sendiri. Kami tidak arogan, kami menghormati setiap lawan kami, tapi di saat bersamaan kami tidak takut apapun, ” tegas bek kiri Yunani. Giorgos Tzavellas, di situs resmi UEFA.

“Yunani pernah merusak pesta tuan rumah sebelumnya, delapan tahun lalu. Dan saya harap kami akan melakukannya lagi, ” lanjut Tzavellas.

Rekor Yunani yang saat ini dilatih Fernando Santos, cukup mengkilap. Mereka tak terkalahkan di kualifikasi Euro dengan catatan 7 kemenangan dan 3 imbang. Mencetak 14 gol dan kebobolan 5 gol.

Sementara harapan Polandia tergantung pada striker Robert Lewandowski, pencetak gol terbanyak ketiga di liga Jerman musim lalu dengan 22 gol, termasuk hattrick di laga Dortmund melawan Bayern Munich di final German Cup.

Saat menghadapi Yunani hanya menghasilkan 5 gol di babak kualifikasi, dipimpin oleh duo pemain bertahan Avraam Papadopoulos dan Sokratis Papastathopoulos.

Polandia dan Yunani baru dua kali bertemu, namun tidak di ajang resmi, melainkan pertandingan freindly. Hasilnya, Polandia mencatat 1 menang dan 1 seri.

Skuad Polandia kali ini cukup menjanjikan. Mereka punya Robert Lewandoski yang cukup subur bersama Borussia Dortmund. Juga ada Szczesny, kiper Arsenal.

Lalu menyandarkan harapannya kepada trio Robert Lewandowski, Jakub Blaszczykowski, dan Lukasz Piszczek. Ketiganya bermain sebagai penyerang, gelandang, dan bek bagi tim Borussia Dortmund di Liga Jerman.

Ketiganya terbiasa bekerja sama mengalirkan bola dari belakang ke depan untuk memenangkan Dortmund. Seperti Zbigniew Boniek yang membawa Juventus menjuarai Serie A Italia di musim 1983-1984 dan membawa AS Roma juara Coppa Italia 1985-1986, Lewandowski dan kedua rekannya juga membawa Borussia Dortmund menjuarai Liga Jerman dan Piala Jerman di musim ini.

“Bersama ketiga pemain pilar itu, kami berharap dapat menjadi tim yang penuh kejutan, seperti pada Piala Dunia 1982. Sebagai langkah pertama, kami harus dapat mengalahkan Yunani agar lebih mudah lolos dari penyisihan Grup A,” kata Franciszek Smuda, Pelatih Polandia.(Aku)

Komentar