oleh

Pendidikan Pengaruhi Perilaku Politik Legislator

Editor : rakyat-admin-Daerah-
ilustrasi

RAKYAT SULSEL — Latar belakang pendidikan, turut mewarnai perilaku politik anggota DPRD. Misalnya, secara umum yang berpendidikan sarjana memiliki ide dan solusi serta sikap yang lebih responsif terhadap suatu permasalahan yang lebih baik dibandingkan dengan yang berpendidikan dibawahnya.

Hal tersebut merupakan hasil penelitian Rahman Syah yang dituangkan dalam disertasi berjudul Perilaku Politik Anggota Legislatif Kabupaten Gowa yang dipresentasikan dalam ujian promosi untuk mencapai gelar Doktor di Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (7/6).

“Latar belakang pekerjaan juga berpengaruh terhadap motif-motif ekonomi untuk mendapatkan finansial lebih banyak melalui program kerja keluar daerah seperti bimtek, kunjungan kerja, dan studi banding,” ujar Rahman Syah di hadapan para penguji.

Ia menambahkan, anggota DPRD merupakan status politik yang memiliki prestise dan privilese tersendiri. Status politik tersebut menguat apabila anggota DPRD juga telah memiliki status sosial di tengah masyarakat.

Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, yang turut hadir pada ujian promosi tersebut, menilai, disertasi tersebut menceritakan Indonesia hari ini dan masa depan. Tiga variabel yang digabungkan, yakni perilaku legislator, politik sebagai panggung, dan politisi yang memegang peranan yang sangat tinggi. Perilaku yang dimaksud, jelas Syahrul, adalah perilaku yang mencerminkan orang Bugis Makassar. Yakni, lempu (jujur), getteng (tegas/jelas), macca (cerdas), dan warani (berani).

“Meskipun politik itu adalah panggung, kalau perilakunya cocok, akan cocok di depan dan di belakang,” jelasnya.(RS5/eui/C)

Komentar