oleh

Dewan Pertanyakan Pengelolaan Kebersihan Pemkot

Editor : rakyat-admin-Berita-

Buntut Kegagalan Raih Adipura

 

ilustrasi

RAKYAT SULSEL – Anggota Komis C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, menilai kegagalan Makassar meraih Adipura tahun ini dikarenakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pemkot Makassar belum terlalu komprehensif. Serta mempertanyakan bagaimana proses Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal perencanaan, pengendalian dan pelibatan stakeholder di Makassar.

Menurutnya, Adipura gagal diraih karena Pemkot Makassar tidak merencanakan dengan baik. Persoalan ini bukan hanya sekedar mengejar piala, namun harus memahami seperti apa proses penilaiannya oleh Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Adipura dinilai dari dua aspek, kata Mudzakkir, yaitu dilihat aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik seperti kebijakan Sumber Daya Manusia, respon, dan pengendalian. Sedangkan aspek non fisik dinilai titik lokasi penilaian, sarana kota, transfortasi, kebersihan, dan pengelolaan perumahan.

“Indikator penilaian adipura kan sudah jelas, jadi pemerintah seharusnya bisa melakukan perencanaan, yaitu dengan mendorong semua stakeholder yang ada di Kota Makassar,” ungkapnya.

Mudzakkir menambahkan,  Adipura adalah satu satu Indikator kebersihan dan dirinya melihat tim penilai dari pusat itu cukup obyektif dalam melakukan penilaian

“Saran saya, coba benahi bagaimana pengelolaan sistem kebersihan di kota Makassar, bagaimana proses perencanaan, pengendalian, terus bagimana pelibatan stake holder itu sendiri,” tutupnya. (RS1/dj/C)

Komentar