oleh

Produksi Pangan Sulsel Tembus Pasar Ekspor

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL –Produksi pangan Sulsel telah berhasil menembus pasar ekspor. Diantaranya, jagung, kentang, dan beberapa jenis sayuran lainnya. Hal itu diungkapkan Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim, saat pembukaan Pameran Pangan Nusa ke-VII dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional Tahun 2012, di Lapangan Hasanuddin, Rabu (6/6).

“Produk-produk Sulsel telah berhasil menembus pasar ekspor. Sehingga, pelaku UKM dituntut untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan,” kata Muallim.

Menurutnya, pameran yang dilaksanakan di Makassar sangat istimewa. Sebab, untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar pulau Jawa. Selain itu, Makassar juga merupakan Centre of Indonesia (CoI) sehingga sangat strategis sebagai daerah perdagangan.

“Pameran ini penting seiring meningkatnya hasil produk dalam negeri yang dihasilkan. Melalui pameran ini juga, diharapkan perusahaan untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Sehingga, mereka tidak salah memilih produk yang diinginkan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Muallim, Sulsel merupakan tujuan investasi karena memiliki potensi yang sangat besar. Pertumbuhan ekonomi tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan angka yang cukup signifikan.

“Saya mau titipkan kepada pak Dirjen, pameran ini dijadikan agenda tahunan di Sulsel,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan RI, Gunaryo, mengatakan, pameran yang mengangkat tema diversifikasi pangan nasional dan peningkatan transaksi domestik melalui misi dagang lokal itu, merupakan pameran kedua kalinya yang dilaksanakan setelah sukses diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

“Kegiatan ini merupakan bukti konsistensi dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat pasar dalam negeri serta melestarikan kebudayaan Indonesia melalui kuliner dan produk-produk yang memiliki konten lokal,” terangnya.

Gunaryo mengungkapkan, pameran pangan nusa merupakan momentum yang baik untuk merubah paradigma pola konsumsi. Apalagi saat ini, Indonesia merupakan negara dengan penderita diabetes ke empat terbesar di dunia berdasarkan data World Health Organization (WHO). Dengan merubah pola konsumsi, kesehatan masyarakat juga dapat lebih meningkat.

“Kekayaan kuliner ini yang menjadi sumber diversifikasi pangan nasional. Mengubah pola konsumsi itu, artinya juga mengubah kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan pangan yang sehat, aman, higienis dan bergizi. Apalagi selain beras, Indonesia juga merupakan salah satu konsumen gula kedua terbesar di dunia setelah Amerika Latin,” terangnya.

Alasan pemilihan Makassar sebagai tuan rumah pelaksanaan pameran untuk wilayah Sulawesi, lanjutnya, dengan pertimbangan provinsi Sulsel merupakan sentral kawasan perdagangan Indonesia Timur. Sulsel juga merupakan provinsi yang peduli terhadap penggunaan produk dalam negeri dan pembinaan UKM. Bahkan, Sulsel memiliki kuliner hasil laut yang sangat potensial dan terkenal hingga mancanegara.

Adapun jumlah peserta yang mengikuti pameran di Makassar, kata Gunaryo, sebanyak delapan provinsi. Diantaranya, provinsi Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jateng, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Gorontalo. Ada juga beberapa mitra binaan dari provinsi Sulsel dan dari Kemendag yang menempati 85 stand. Yang terdiri dari stand pameran pangan Nusa dan 45 stand pameran produk dalam negeri regional.(RS5-RS10)

Komentar