oleh

Pedagang Pasar Tradisional Daya Tolak Relokasi

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Mengaku Telah Bayar Panjar Rp1,5 Juta

 

RAKYAT SULSEL — Himpunan Pedagang Kaki Lima Perjuangan Pasar Tradisional Daya menuntut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya segera menyelesaikan pembangunan lapak relokasi di Pasar Tradisional Daya. Saat ini, pedagang menempati badan jalan untuk berjualan sambil menunggu selesainya proses pembangunan lapak relokasi. Tetapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meminta mereka untuk pindah karena akan dilakukan perbaikan akses jalan di lokasi itu.

“Pada dasarnya, kami sangat menyetujui perbaikan akses jalan tersebut. Tetapi, kami juga meminta pengertian dari pihak pemkot dan meminta waktu hingga pembangunan relokasi lapak pedagang kaki lima rampung,” ujar Labaru, Ketua Himpunan Pedagang Kali Lima, di kantor DPRD Kota Makassar, Rabu (6/6) kemarin.

Ia menegaskan, PD Pasar Makassar Raya seharusnya bertanggung jawab terhadap nasib para pedagang yang ada di Pasar Tradisional Daya. Dari 611 pedagang yang ada di sana, kurang lebih 300 pedagang sudah menyetor dana ke PD Pasar masing-masing sebesar Rp1,5 juta untuk biaya panjar pembangunan lapak relokasi pedagang kaki lima.

“Kalaupun ada pihak yang ingin para pedagang pindah ke lokasi pasar grosir, kami menolak untuk pindah kesana meski dengan cara apapun. Itu sudah harga mati,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan para pedagang, anggota Komisi B dari Partai Golkar, Abdul Wahab Tahir, menilai, ada pihak tertentu yang sengaja menodong para pedagang. Pasalnya, sebelumnya telah ada kesepakatan dalam pertemuan dengan pihak pemkot yang diwakili Asisten II, Ruslan Abu, bahwa pedagang tidak boleh dilarang atau dipaksa untuk pindah ke lokasi pasar grosir.

“Saya akan turun langsung untuk memback-up para pedagang. Saya melihat ada kesepakatan yang tidak tertulis antara PD Pasar dengan pemilik pasar grosir. Hal ini jelas sangat merugikan para pedagang,” ungkapnya.

Rencananya, dewan akan memanggil Pemkot Makassar bersama PD Pasar Makassar Raya untuk menjelaskan persoalan tersebut.

“Insya Allah, hari Jumat nanti, kita akan panggil mereka,” tutupnya. (RS1/C)

Komentar