oleh

PDIP Akui SYL Lebih Hebat dari Ilham

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

RAKYAT SULSEL — Memori Pilgub 2008 lalu menjadi bagian ‘ketakutan’ Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk meninggalkan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Kebersamaan mereka menjadi salah satu strong point bagi SYL yang tak lain adalah Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel itu.

Sekretaris Umum DPD PDIP Sulsel, Rudi Pieter Goni (RPG), usai uji kelayakan Syahrul di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung Jakarta, kemarin, mengakui, berangkat dari Pilgub Sulsel 2008 itu, Syahrul satu poin di atas Ilham Arief Sirajuddin. “Jadi, tugasnya Pak Ilham besok (hari ini, Red), bagaimana mengejar ketertinggalan itu. Saya fair saja berbicara,” ucap Rudi.

Pantauan Rakyat Sulsel, sejumlah petinggi PDIP hadir yaitu Sekjen Tjahjo Kumolo, Ketua Bidang Kehormatan Partai Sidharto Danusubroto, Ketua Bidang Pendidikan Keagamaan, dan Kebudayaan Hamka Haq, Wasekjen Bidang Program Ahmad Basarah, dan Wasekjen Bidang Kesekretariatan Hasto Kristianto. Sementara itu tampak juga hadir sejumlah fungsionaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Goni (Sekretaris), Putra L Kapoyos (Ketua Bidang Otonomi Daerah), Andi Ansyari Mangkona (Ketua Bidang Kehormatan), Muh. Iqbal Arifin (Ketua Bappilu), Andi Ridwan Wittiri (Bendahara), Rusdi M (Wakil Sekretaris) dan Husain (Wakil Ketua).

SYL tiba di kantor DPP kira-kira pukul 14.00 WITA mengenakan pakaian dinas harian dan ditemani Ketua DPRD Sulsel, Moch Roem. Hingga pukul 16.00 WITA, SYL baru selesai mengikuti pertemuan.

“Saya datang dengan penuh rasa percaya diri tanpa keraguan sedikitpun bahwasanya PDIP akan tetap membuka diri untuk terus membangun dan membina kebersamaan dalam menghadapi agenda Pilgub tahun depan. Dan kehadiran saya, disambut positif. Alhamdulillah, banyak prestasi yang membanggakan telah kita capai. Dan saya tidak menutup mata akan masih adanya kekurangan-kekurangan yang masih harus diperbaiki dan disempurnakan,“ ujar SYL kepada Rakyat Sulsel.

Meski dinilai satu poin di atas rivalnya, Ilham, namun itu bukan berarti peluang Ilham untuk mengendarai PDIP tertutup. Tjahjo Kumolo menandaskan, dua calon tersebut masih memiliki peluang yang sama. “Besok (hari ini, Red), kita akan mendengar visi misi Pak Ilham, bagaimana konsep dia memajukan Sulsel ke depan.  Demikian pula hasil survei yang Syahrul lakukan, akan kita sandingkan dengan survei dari tim Pak Ilham. Kami juga punya survei sendiri. Tentunya, semuanya akan kita sandingkan supaya kita tidak salah memilih,” papar Tjahjo.

Setelah menguji kelayakan dua calon, hasilnya sebut Tjahyo, akan diperdengarkan ke Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri. “Semua kita rekam. Nanti, akan diplenokan di hadapan Ibu (Megawati, red). Kamis ini, kita rencana menggelar pleno. Kalau ibu hadir, kita plenokan sekalian di sana. Tapi kalau tidak, mungkin pekan depan,” jelas Tjahyo.

Ketua Bidang Otonomi Daerah PDIP Sulsel, Putra L Kapoyos menambahkan, SYL memiliki pengalaman yang cukup sebagai Gubernur Sulsel. “Pak Syahrul itu mempunyai prestasi pemerintahan yang tidak diragukan lagi. Kebijakannya sebagai kepala daerah pro rakyat sudah teruji, gubernur yang berprestasi,” katanya.

Untuk itu, SYL memang layak untuk diusung kembali dalam Pilgub 2013. “Tinggal kita koordinasikan dengan partai koalisi bersama PDIP. Pengamatan serta inventarisasi dan juga berdasarkan hasil survei yang ada,” paparnya.

Teka teki siapa figur calon gubernur yang bakal diusung PDI Perjuangan, pun kini semakin terang benderang. Banyak pihak yang menduga partai berlambang banteng bermoncong putih itu hampir pasti kembali mengusung SYL.(fmc-al)

Ilham: PDIP ke SYL, Biasa…!

BAKAL calon Gubernur Sulsel Ilham Arief Sirajuddin sesumbar jika tak berkoalisi dengan PDIP pada Pilgub Sulsel 2013 mendatang, adalah hal biasa. Bahkan, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini juga tidak memusingkan kalau rekomendasi PDIP akhirnya “lari” ke pesaing terkuatnya; Syahrul Yasin Limpo.

Ketika ditanya Rakyat Sulsel terkait kemungkinan rekomendasi DPP PDIP akhirnya  condong ke incumbent, wali kota Makassar dua periode ini kembali mengatakan bahwa hal itu biasa. Dan, kata dia lagi, itu hak dalam proses demokrasi.

“Biasa saja itu. Tidak ada masalah. Apalagi kalau melihat sekarang, kekuatan IA sudah melebihi dari cukup,” tandasnya dalam sebuah acara di Karebosi Link, kemarin.

Kendati demikian, Ilham tak patah semangat. Dia tak akan membiarkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut berkoalisi dengan SYL. IA bakal melakukan upaya strategi komunikasi politik ke DPP PDIP. Apalagi, selama menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ilham telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan PDIP yang telah banyak membangun komunikasi secara intens.

Bahkan, Ilham berharap partai yang mendukungnya di Pilwalkot Makassar lalu ini bisa berlanjut di Pilgub Sulsel 2013 mendatang. “PDIP itu adalah partai yang mendukung saya pada Pilwalkot lalu. Selama kami bersama, komunikasi kami sangat baik. Biasanya, PDIP membandingkan yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika salah satu indikator itulah kembali terjadi, logikanya politik PDIP bakal kembali bersama IA,” jelasnya, masih optimistis. (RS9/D)

Komentar