oleh

Ketua LSM Jaringan Oposisi Indonesia (Join) Sulsel

Editor : rakyat-admin-HL, Wawancara-

Penggunaannya Perlu Pengawasan

 

MANSYUR, SE

RAKYAT SULSEL — PENAMBAHAN kode plat baru di wilayah Sulawesi Selatan merupakan terobosan baru dari Ditlantas Polda Sulsel untuk mengantisipasi kekurangan nomor kendaraan dan registrasi. Namun demikian, penambahan kode plat itu perlu diawasi agar dapat diminimalisir penggunaannya kepada yang tidak berhak. Berikut petikan wawancara dengan Ketua LSM Jaringan Oposisi Indonesia (Join) Sulsel, Mansyur SE.

 

+ Menurut anda, apakah sudah efektif untuk dilakukan penambahan kode plat?

– Saya rasa memang seharusnya sudah efektif ada penambahan kode. Soalnya, pertumbuhan kendaraan di Sulsel dan Makassar khususnya sudah semakin padat saja.

 

+ Apakah dengan adanya penambahan kode plat ini tidak membuka ruang adanya pungutan liar (pungli)?

– Hal itu kembali kepada masing-masing individu dan oknumnya. Untuk itu, perlu adanya pengawasan menyeluruh untuk hal ini. Termasu perlunya keterbukaan informasi dan pemantauan yang dilakukan media maupun masyarakat.

 

+ Pengawasan seperti apa yang harus dilakukan?

– Salah satunya perlu adanya tranparansi terhadap pemberian kode plat tertentu. Perlu ada sosialisasi secara menyeluruh kepada khalayak terhadap penambahan kode baru ini agar masyarakat tidak kaget.

 

+ Selama ini bagaimana Anda melihat mekanisme penomoran kendaraan?

– Penomoran kendaraan memang seharusnya kewenangan pihak kepolisian. Selama ini sudah cukup baik. Terbukti dengan tidak adanya keluhan dari masyarakat dan makin baiknya pelayanan di berbagai Samsat di Sulsel.

 

+ Tugas LSM adalah mengawasi dan memberikan masukan untuk perbaikan layanan. Menurut Anda, apa yang perlu untuk dilakukan untuk pelayanan samsat yang lebih baik?

– Tentunya yang diinginkan oleh masyarakat adalah pelayanan prima dan cepat. Bebas dari pungutan liar serta kenyamanan dan kemudahan dalam membayar pajak.

 

+ Bagaimana pendapat Anda dengan layanan di Samsat Makassar?

– Saya rasa pelayanan saat ini sudah semakin baik. Namun demikian, pembenahan ke arah yang lebih baik tetap diperlukan agar masyarakat bisa merasa nyaman. Kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan untuk perbaikan layanan. (*)

Komentar