oleh

Kendaraan di Sulsel Meningkat Pesat

Editor : rakyat-admin-HL, Wawancara-
AKBP M RUDY SYAFIRUDIN, Kasubdit Min Regident Ditlantas Polda Sulsel

RAKYAT SULSEL — LAJU pertumbuhan kendaraan di Sulawesi Selatan makin meningkat dari hari ke hari. Kemacetan dan kepadatan kendaraan salah satu bukti makin pesatnya permintaan kendaraan di wilayah Sulsel.

Untuk mengantisipasi registrasi kendaraan, Polda Sulsel melakukan penambahan kode wilayah. Yakni DD, DP dan DW. Bagaimana sebenarnya efektifitas penambahan kode plat kendaraan itu. Berikut petikan wawancara dengan Kasubdit Min Regident Ditlantas Polda Sulsel AKBP M Rudy Syafiruddin.

 

+ Mulai kapan efektif penggunaan kode baru yakni DD, DP dan DW?

– Sesuai dengan peraturan Kapolri nomor 5 Tahun 2012 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, pelaksanaan penambahan dan aturan kode plat yang baru mulai dilaksanakan per tanggal 1 Juni 2012. Kami juga sudah menyampaikannya ke sejumlah jajaran Polres yang ada di Sulsel.

 

+ Kenapa harus ada penambahan kode plat tersebut?

– Penambahan itu dikarenakan kendaraan makin banyak di Sulsel. Bayangkan saja, untuk roda dua rata-rata 24 ribu kendaraan yang masuk setiap setiap bulannya di Sulsel. Sedangkan untuk mobil atau kendaraan roda empat sekitar 3600 unit kendaraan per bulan. Sehingga, penomoran kendaraan saat ini makin menipis saja.

 

+ Bagaimana mekanisme penomoran dengan menggunakan kode plat yang baru tersebut?

– Untuk wilayah yang menggunakan kode DD tetap dilakukan penomoran seperti biasa. Sementara untuk kode DP dan DW, dapat diganti kapan saja sesuai dengan permintaan dari pemilik kendaraan. Namun demikian, bagi yang belum ingin menggantinya dapat terus digunakan hingga masa kendaraan lima tahun.

 

+ Jadi artinya bagi kendaraan yang belum cukup lima tahun masih tetap menggunakan kode biasa?

– Kode masih bisa digunakan hingga lima tahun. Sedangkan, jika memasuki masa lima tahun, otomatis harus diganti sesuai dengan kode plat wilayah yang sudah ditentukan.

 

+ Bagaimana dengan mekanisme pergantian, apakah ada tambahan biaya?

– untuk diketahui, penggantian kode tersebut tidak dipungut biaya apa pun.

 

+ Mengapa harus menggunakan kode wilayah yang baru, kenapa tidak menggunakan tiga huruf di belakang nomor seperti yang digunakan di Jakarta?

– Alasan utamanya karena alat cetak kami hanya disesuaikan untuk dua huruf di belakang nomor kendaraan. Artinya jika harus menggunakan tiga huruf berarti akan menambah biaya pembuatan mesin baru. Selain itu, dengan menambah kode wilayah, penggunaan nomor kendaraan itu bisa dimaksimalkan hingga 15 tahun ke depan.

 

+ Lalu mengapa sosialisai untuk penambahan ini sepertinya kurang dilakukan

– Sebenarnya sosialisasi tetap dilakukan. Hanya saja memang, tidak dilakukan secara meluas karena penambahan ini tidak menimbulkan efek besar. Artinya, perubahan atau penambahan itu tidak meresahkan masyarakat dan juga tidak dikenakan biaya tambahan. (*)

Komentar