oleh

Hipmi Bisa Realisasikan Investasi USD2,5 Miliar

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL –– Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memperkirakan, potensi nilai investasi yang bisa direalisasikan selama 2012 hingga 2014 bisa mencapai sekira USD2,5 miliar.

Sekjen Hipmi, Harry Warganegara, mengatakan, nilai investasi itu terdiri dari sejumlah jenis investasi yang berbeda. Dia menyebutkan, investasi pembangkit listrik berkapasitas 450 megawatt (mw), atas kerja sama antara Hipmi dan China, merupakan salah satu proyek yang nilainya besar.

“Saya kira untuk tahun berjalan 2012 sampai dengan 2014 bisa sekitar USD2,5 miliar. Paling besar pembangkit. ?Ada satu pembangkit nilainya USD1,3 miliar. Itu pembangkit sama China yang 450 mw,” kata Harry di Jakarta, Rabu (6/6).

Selain pembangkit listrik, Hipmi, kata dia, juga akan menjalin kerja sama investasi berupa pembangunan hotel di sejumlah bandara di dalam negeri.

“Kita dari Jepang ada kerja sama untuk bangun hotel dan airport di sini. ? Di beberapa lokasi. Progressnya baik. Untuk hotel dan perumahan serta teknologi pengeboran dalam laut sedang dijajaki member kita,” jelasnya.

Harry mengaku, pihaknya baru saja sampai di Tanah Air dari Melbourne dalam rangka peningkatan kerja sama pemasaran pelumas Pertamina. “Saya baru mendarat dari Melbourne ada misi dagang. Peningkatan kerja sama pemasaran pelumas Pertamina. Anggota kita importir di sana. ? Kemudian kita jajaki juga kerjasama di renewable energi, sapi perah, dan furniture,” paparnya.

Sementara itu, dia mengaku, para investor di negara lain sempat mengeluhkan masalah birokrasi di Indonesia.

“Ada investor Australia mengeluh kemarin dia mau buka pabrik pengolahan minyak dari pohon Australia yang berguna untuk freshner udara, bisa mengusir serangga, dan lain sebagainya. Tapi sudah tiga tahun belum dapat izinnya. Malaysia sudah menawarkan mereka buka di sana,” tegasnya.

Menurutnya, kerja sama investasi yang memiliki potensi besar adalah dengan negara-negara seperti China, Korea, Jepang, Australia, dan Uni Eropa. (df/dul)

Komentar