oleh

Anggaran Rp2,1 M di Bidang Aset Takalar Bermasalah

Editor : rakyat-admin-HL-
ilustrasi

Dananya Habis Ditilep

RAKYAT SULSEL — BELUM tuntas kisruh hasil laporan pengelolaan APBN Kabupaten Takalar tahun 2011 yang menyatakan disclamer atau tidak bisa dipertanggungjawabkan, isu kasus korupsi kini kembali menerpa Dinas Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah. Anggaran pelatihan sebesar Rp2,1 miliar yang dikelola Bidang Aset Daerah sampai sekarang belum dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan.

Anggaran miliaran tersebut kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pejabat eselon II dan III Takalar, khususnya yang bertugas di kantor Bupati Takalar. Informasi akan belumnya laporan hasil kegiatan atau realisasi pengelolaan anggaran tersebut juga menjadi isu hangat di gedung parlemen Takalar. Bahkan, beberapa anggota DPRD Takalar dari berbagai fraksi menegaskan, kuat dugaan anggaran pelatihan tersebut telah ditilep.

“Beberapa kali, kami pertanyakan bukti hasil kegiatan, bagaimana realisasinya namun sampai sekarang kepala bidang aset belum memberikan jawaban. Baik lisan maupun tertulis,” urai salah seorang legislator Takalar yang enggan namanya dikorankan, kemarin.

Selain mendapat sorotan dari para wkail rakyat, LSM Smart Community melalui Direktur Eksekutifnya menyatakan rumor ini memang sudah berhembus kencang, namun pihaknya berharap seluruh pihak untuk menahan diri.

“Berikan kesempatan kepada bidang aset untuk memberikan waktu membuat laporan. Jangan sampai isu tersebut makin melemahkan kinerja aparatur pemerintah. Sebaiknya DPRD secepatnya memanggil kepala bidang aset agar tidak menjadi liar dan citra negatif di publik kian memperparah image Pemkab Takalar di mata rakyatnya,” tegas Akbar Adi Saputra kepada Rakyat Sulsel, kemarin.

Smart Community juga menyatakan anggaran pelatihan yang dikelola bidang aset tahun 2012 juga terbilang sangat besar dan tertuang dalam APBD Takalar. “Persoalannya apakah item kegiatan tersebut memang disepakati oleh Badan Anggaran atau DPRD secara konstitusi?. Di situ yang harus menjadi dasar penelusuran programnya,” kunci Akbar.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Aset daerah Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset daerah H Bostan Dg Tika belum memberikan klarifikasi atas isu tersebut, ” Bapak sedang berada di Makassar mengikuti pelatihan beberapa hari Pak,” ujar salah satu staf yang bertugas di kantornya, kemarin (6/6).(tim)

Komentar