oleh

Produk Elektronik Ilegal Beredar di Makassar

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL — Sejumlah produk elektronik illegal ditemukan masih beredar di Makassar. Padahal, ratusan produk tersebut telah ditarik dari pasaran sejak Mei lalu. Diantaranya, hair dryer, rice cooker, dan pemanggang roti.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengaku, telah meminta distributor menarik produk ilegal itu sejak Mei lalu. Namun, hingga kini belum ditindaklanjuti maksimal.

“Saya mengintensifkan sidak ke setiap pusat perbelanjaan dan toko elektronik,” kata Irman, Selasa (5/6).

Irman menyebutkan, produk-produk tersebut melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2009 tentang petunjuk penggunaan manual dan kartu jaminan atau garansi dalam bahasa indonesia bagi produk elektronik dan telematika.

“Produk ilegal itu juga melanggar Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan tanda wajib SNI,” ujarnya.

Irman Yasin Limpo menegaskan, Disperindag akan memproses hukum pihak distributor jika masih memasarkan produk elektronik yang tidak dilengkapi panduan manual dalam bahasa Indonesia dan tidak ber SNI.

“Kalau para distributor tidak mau menarik produknya, akan diproses secara hukum,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Barang Beredar Disperindag Sulsel, Azikin. Ia mengungkapkan, sidak ke sejumlah pusat perbelanjaan telah dilaksanakan sejak awal pekan ini. Lokasi yang dikunjungi yakni Makassar Town Square dan Mall Panakukkang. Di Makassar Town Square, Disperindag Sulsel menyita 250 unit mixer yang terbukti melanggar Peraturan Menteri Perdagangan karena tidak memiliki petunjuk penggunaan manual dan kartu jaminan.

“Saat sidak di Mal Panakukkang, Disperindag Sulsel berhasil menarik sejumlah produk elektronik. Diantaranya, mesin cuci, DVD dan MP3 Player,” urainya.

Azikin menambahkan, Disperindag Sulsel akan melanjutkan sidak ke lokasi lainnya yang terindikasi menjual barang-barang ilegal. (RS5/dul/D).

Komentar