oleh

Mahasiswa Curigai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sulsel

Editor : rakyat-admin-Daerah, HL-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota se-Sulsel menggelar rapat kerja dan evaluasi pemilu.

RAKYAT SULSEL — Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur Sulawesi Selatan semakin dekat, 24 Juni nanti tahapan Pemilukada sudah mulai dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan.

Karenanya, sedikitnya 30 mahasiswa di Kota Makassar mengkritisi besarnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, yang mencapai 10 Juta Jiwa.

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda Mahasiswa Pengawal Pemilihan Gubernur Bersih tersebut mengkeritisi jumlah DPT tersebut. Mereka juga mengaku terkejut melihat jumlah penduduk Sulsel yang telah mencapai angka 10 Juta Jiwa. “Kami mempertanyakan, betul tidak data yang dikeluarkan Biro Kependudukan Pemprov Sulsel ini?” ungkap Nurul Huda, Koordinator aksi.

Mahasiswa tersebut terus mempertanyakan, kenapa penggelembungan DPT tersebut dikendalikan oleh Biro Kependudukan Pemprov Sulsel. “Ini bisa mengindikasikan adanya kecurangan yang bisa menguntungkan salah satu pihak. Ini juga bisa menciderai proses perpolitikan,” tegas Nurul Huda.

Karenanya, mahasiswa mendesak Pemprov Sulsel tidak melakukan kecurangan dalam menyerahkan penetapan Daftar Pemilih Potensial Pemilu (DP4). Juga meminta KPU Sulsel  tegas dalam mengawal DP4 agar tidak terjadi kecurangan dan intervensi dari pihak manapun.

Berdasarkan Peraturan KPU No 12 Tahun 2010 menegaskan, DP4 ini harus diserahkan selambat-lambatnya lima bulan sebelum hari pemungutan suara.(RS9/not/b)

Komentar