oleh

Lucas Bantah Tidak Prosedural

Editor : rakyat-admin-HL-

Klarifikasi. Kepala KPP Pratama Palopo, Dionysius Lucas Hendrawan didampingi Kepala Seksi Pelayanan Pajak Kanwil Sulsel, Hseng Lasarus Kamuntuan, saat mengunjungi kantor Harian Rakyat Sulsel. (5/6) kemarin.

 


 

Klarifikasi. Kepala KPP Pratama Palopo, Dionysius Lucas Hendrawan didampingi Kepala Seksi Pelayanan Pajak Kanwil Sulsel, Hseng Lasarus Kamuntuan, saat mengunjungi kantor Harian Rakyat Sulsel. (5/6) kemarin.

RAKYAT SULSEL – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KKP) Pratama Palopo, Dionysius Lucas Hendrawan, membantah jika pihaknya bekerja diluar prosedur yang berlaku. Hal ini ditegaskan Lucas, terkait pemberitaan beberapa waktu lalu yang menyebutkan jika KPP Pratama Palopo soal Pajak Penghasilan (PPh) tidak rasional dalam melaporkan PPh tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu pengusaha yang berdomisili di Palopo berhutang PPh tahun 2008 yang ditemukan Kanwil DJP Sulselbarta. Korban berinisial HN mengaku pajak penghasilan tahun 2008 senilai Rp400 juta yang dilaporkan oleh KPP Pratama itu sangat tidak rasional. Sebab, pajak penghasilan yang disetor ke pajak hanya Rp270.000 lebih yang dilakukan setiap bulannya.

“Kita bekerja sesuai intstruksi dari Kanwil, hal ini untuk menguji kepatuhan wajib pajak,” jelas Lucas saat berkunjung ke Redaksi Harian Rakyat Sulsel, Selasa (5/6) kemarin.

Lucas menambahkan, apa yang dilaporkan ke Kantor Wilayah DPJ Sulselbarta, itu sesuai hasil pemeriksaan. “Dari hasil pemeriksaan itulah kemudian muncul angka yang disebutkan, jadi itu tidak mengada-ada,” jelasnya.

Kepala Seksi Pelayanan Pajak DPJ Sulsbarta, Hseng Lasarus Kamuntuan menambahkan, kasus ini ada sejak tahun 2008 lalu. “Kita diperintahkan untuk memeriksa tungggakan pajak tahun 2008, kenapa tahun 2008?, hal itu dikarenakan masih masuk dalam tenggat waktu yang diberikan, kan belum lewat 5 tahun. Lewat 5 tahun pun kalau ada indikasi pidana pajak, itu akan kembali kita periksa,” tambah Hseng Lasarus.

Lucas juga mengatakan, dirinya tidak tahu siapa yang dimaksud dengan korban yang berinisial AC. “Kalau HN itu kita sudah tahu siapa, dengannya pun sudah selesai masalahnya. Ini yang AC yang saya tidak tahu siapa, jangan-jangan dia memang melakukan penunggakan,” pungkasnya. (dj)

Komentar