oleh

Hentikan Kekerasan Terhadap Wartawan!

Editor : rakyat-admin-HL-

RAKYAT SULSEL — Tindak kekerasan terhadap Wartawan tidak henti-hentinya terjadi. Penghargaan kepada pemberi informasi ini, sepertinya masih sangat sering disepelekan. Padahal, masyarakat luas pulalah yang akan menjadi penikmat informasi-informasi yang disajikan oleh para kuli tinta ini. Menghalang-halangi kerja wartawan, itu sama halnya dengan menghalangi masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Wajo. Ilham, salah seorang pencari berita (Wartawan) di Harian Cakrawala, mendapatkan perlakuan kasar dari salah seorang oknum aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibumi sutera tersebut.

Oknum anggota Satpol PP, BH, melakukan tindakan pemukulan terhadap Ilham yang sementara melakukan tugas jurnalisnya disebuah kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj dilapangan Merdeka Sengkang beberapa waktu lalu.

Saat itu Ilham mengaku sedang mengabadikan gambar peringatan Isra’ Mi’raj, tiba-tiba dia mendapat bogem mentah dari Oknum Satpol PP. “Saat itu saya sedang mengambil gambar di depan tribun kehormatan. Tiba-tiba Satpol PP dengan berpakaian lengkap tanpa tanya langsung meninju lengan kanan saya dari belakang,” kata Ilham.

Ilham kemudian menanyakan perihal apa yang diterimanya itu, menurut BH, korban menghalangi pandangan jemaah yang hadir dalam acara itu sehingga tanpa menegur langsung mengambil sikap, begitukah cara seorang aparat dinegeri ini?, apakah cara-cara seperti itu sah-sah saja bagi mereka?, tidak bisakah menegur dengan cara baik-baik?.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan, ini akan menjadi hal yang biasa saja jika terus dibiarkan. Pelaku pemukulan harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ketua Umum Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, Jumadi Mappanganro saat dikonfirmasi perihal peristiwa ini.

Jumadi dengan tegas meminta Kapolda Sulselbar, Irjen (Pol) Muji Waluyo untuk segera memerintahkan Kapolres Wajo untuk melakukan penahanan kepada pelaku pemukulan tersebut.

“Kita mendesak kapolda untuk memerintahkan Kapolres agar melakukan penahanan terhadap Oknum Satpol PP tersebut, proses hukumnya harus terus dilanjutkan,” tegas Jumadi.

“Maslah ini akan kita bawa ke dewan pers, untuk sementara kita sementara melakukan konsolidasi bersama Lembaga Bantuan Hukum, dan dalam waktu dekat kita akan bentuk tim investigasi terkait kasus ini,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud, mengakui kalau dirinya telah mendapat laporan dari kasatpol PP,dan telah memangil BH (pelaku pemukulan).

Orang nomor dua dikabupaten Wajo ini berpendapat, kasus ini hanya kesalahpahaman saja.”Saya sudah memanggil BH dan saya juga berusaha menhubungi ilham (korban.red), mudah-mudahan persoalan dapat selesai secepatnya dengan jalan damai,” harapnya. (K18/dj/D).

Komentar