oleh

Akui Ilham Paling Intens Komunikasi ke Pusat

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

PKS: Mahar Rp10 M Terlalu Sedikit…

Sayang 44 Kursi, IA 30 Kursi, Garuda-Na Independen (?)

RAKYAT SULSEL — Hingga kini, salah satu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menentukan sikap politiknya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar 22 Januari 2013 mendatang. Ada yang menduga, masih terjadinya tarik-ulur di parpol ini terkait besaran “uang mahar” yang mencapai Rp 10 miliar. Namun, hal ini langsung dibantah oleh PKS.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulsel, Ariady Arsal jelas-jelas membantah jika partainya mematok “uang mahar” hingga Rp 10 miliar kepada pasangan calon gubernur Sulsel yang akan bertarung di Pilgub.

Calon Walikota Makassar ini bahkan dengan tegas mengatakan jika partainya bukan berorientasi dengan uang. “Tapi kalau memang ada informasi seperti itu, terlalu sedikit jika Rp 10 miliar. Itu isu murahan menurut kami,” kata Ariady dengan nada santai kepada Harian Rakyat Sulsel malam tadi lewat telepon.

Saat dihubungi via telepon, Ariady mengaku berada di Jakarta. Dijelaskannya, PKS tidak pernah memprioritaskan uang. “Artinya bukan uang yang menjadi prioritas kami di partai, tapi bagaimana pasangan calon guberbnur ini mampu memperlihatkan kerja sama dengan partai,” bebernya.

Anggota DPRD Sulsel ini menambahkan jika partainya hanya mendukung yang punya kesamaan dalam visi dan misi. Selain itu juga, partai akan mengeluarkan rekomendasi jika pasangan mampu bekerja sama dalam kontrak politik yang ditawarkan partai.

Dia mengatakan, ada 4 nama calon kandidat gubernur yang telah dikantongi. Keempat nama itu selanjutnya akan dikirim ke DPP untuk menindaklanjuti siapa yang akan diusung partai yang punya 7 kursi di DPDR Sulsel ini. “Dari keempat nama tersebut, memang kandidat Ilham Arief Sirahjuddin yang intens berkomunikasi ke Pusat. Namun itu menjadi hal biasa saja, PKS terbuka bagi siapa saja yang ingin berkomunikasi,” terangnya.

TITIK TERANG KEKUATAN

Sementara itu, peta kekuatan kandidat di Pilgub Sulsel semakin menunjukkan titik terang. Diprediksi, Pilgub kali ini, akan diisi dari jalur perseorangan atau independen. Bukan itu saja, persaingan partai politik di belakang kandidat menambah sengit even lima tahunan sekali itu.

Pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang atau lebih dikenal Sayang Jilid II mendapat dukungan 44 kursi atau 59,4 persen parlemen Sulsel dengan rincian; Partai Golkar (18 kursi), PDIP (3 kursi), PAN (7), PDK  (7 kursi), PKPI (2 kursi), PDS (2 kursi), PPP (5 kursi)

Tak kalah sengitnya, pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) meraih dukungan 30 kursi atau 40,6 persen kursi parlemen. Dukungan itu datang dari Partai Demokrat (10 kursi), Hanura (7 kursi), PBR (1 kursi), PKS (7 kursi), PKB (2 kursi), PBB (1 kursi), PPDI (1 kursi), RepublikaN (1 kursi) — (selengkapnya, lihat boks).

Sementara pasangan ketiga, Rudiyanto Asapa-Andi Nawir (Garuda-Na) diprediksi mengambil jalur independen. Pasangan ini baru mengumpulkan 1 kursi dari Partai Gerindra. Selebihnya, dari Parpol nonparlemen. Syarat 12 kursi yang ditetapkan KPU belum terpenuhi. Otomatis, harus menggaet parpol nonparlemen yang jumlahnya mencapai 18 persen. Atau, kalau parpol nonparlemen juga gagal, pasangan Garuda-Na harus lewat jalur independen, dengan cara menyiapkan sekitar 400 ribu KTP yang tersebar di 1/3 daerah (delapan kabupaten/kota) sebagai persyaratan jalur perseorangan harus dipenuhi.

Sengitnya persaingan Parpol menghadapi Pilgub, setelah Partai Hanura yang diperebutkan dua kandidat, IA dan Garuda-Na mengeluarkan sinyal dukungan ke IA. Dalam acara pemaparan visi -misi yang dilakukan partai Hanura hanya pasangan IA yang menghadiri acara tersebut.

Bahkan setelah menunggu kurang lebih sekitar 30 menit, kandidat yang rencananya juga akan melakukan pemaparan visi – misi yaitu pasangan Rudianto Asapa – Andi Nawir yang juga akan maju pada Pilgub tak nampak hadir ditengah-tengah tempat penyelenggaraan, Selasa (6/5) di Hotel Clarion Makassar.

Ketua Plt DPD Partai Hanura Amrullah Pase mengatakan, sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan pasangan IA yang telah hadir menyampaikan visi – misinya.

“Sudah dipastikan 80 persen ke atas Hanura memilih IA. Karena malu rasanya jika kami tidak mengeluarkan rekomendasi kepada IA,” jelas Amrullah seusai acara.

Bahkan, lanjut dia, dalam waktu dua pekan ke depan hasil rekomendasi dari DPP Hanura yang di ketuai Wiranto akan di bawa langsung dan diberikan kepada IA.

Menanggapi ketidakhadiran pasangan Garuda-Na, Ketua Tim Pemenangan Rudiyanto Asapa, Sugiarti Mangun Karim  mengaku sudah melakukan komunikasi dengan partai Hanura, agar kiranya untuk sesi pemaparan misi dan visi calonnya diundur dan diberikan ruang tersendiri. “Kita telah minta Hanura, sesi Pak Rudiyanto terpisah,” timpalnya kepada Rakyat Sulsel, malam tadi.

Rudiyanto, lanjutnya tidak hadir karena tidak berada di Makassar. “Bapak bersamaan ini diundang Ketua Umum Gerindra (Prabowo) untuk membahas kesiapan deklarasinya pada 10 juni mendatang. Jadi tidak ada niat sengaja menghindari pemaparan visi dan misi,” tandasnya. (RS6/RS9/E)

Komentar