oleh

Pemprov Siap Pangkas Program

Editor : rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL–Larangan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk mobil dinas di Sulsel, akan berlaku efektif mulai 1 Agustus 2012 mendatang. Namun, hingga saat ini, Pemprov Sulsel belum menemukan pola yang tepat untuk pemberlakuannya.
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengalihan dari BBM bersubsidi ke pertamax, tentunya akan berpengaruh pada APBD. Pasalnya, harga BBM bersubsidi berbeda dengan pertamax. Karena itu, pemprov masih berupaya untuk menemukan konsep yang tepat untuk menetapkan aturan itu.
“Inilah yang sementara kita susun. Yang pastinya, pemerintah harus tetap jalan. Mungkin, ada beberapa program yang ditiadakan,” kata Syahrul, saat ditanya terkait konsep hemat energi yang akan diterapkan di jajarannya, usai menghadiri acara di Hotel Grand Clarion, Makassar, Senin (4/6).
Ia mengatakan, upaya hemat energi telah disampaikan sejak dulu. Namun, pola aturan yang tidak membolehkan mobil berplat merah menggunakan BBM bersubsidi masih sedang disusun.
“Kita masih menunggu pola yang tepat. Tapi, semua sudah tahu. Dalam beberapa briefing yang dilakukan, hal itu sudah disampaikan,” ujarnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu menjelaskan, pihaknya sementara menyusun pola penghematan anggaran, termasuk mengurangi perjalanan-perjalanan dinas yang tidak perlu. Sedangkan, larangan penggunaan BBM bersubsidi, beberapa bupati/wali kota sudah ada yang menerapkan.
“Surat edaran sudah keluar, kita lihat perkembangannya,” ungkapnya.
Terkait tidak adanya sanksi bagi mereka yang melanggar, Syahrul mengatakan, sanksi bukanlah hal yang harus dipersoalkan. “Kalau tidak perlu pakai sanksi, kenapa harus pakai sanksi. Berikan pemahaman dulu. Tapi, ini tetaplah aturan, tidak boleh dilanggar,” tegasnya. (RS5/eui/C)

Komentar