oleh

Kerja Lelet, Dua Manajer Angkasa Pura Disemprot Kadishub

Editor : rakyat-admin-HL-
Masykur A Sultan----(Kanan)---int

RAKYAT SULSEL –Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Masykur A Sultan, menyemprot Manager Operasi Bandara dan Manager Teknik Angkasa Pura I Makassar.
Masykur berang karena pihak Angkasa Pura dinilai sangat lamban menyelesaikan masalah pembebasalan lahan dalam rangka perluasan runway dan ruang tunggu penumpang kini dinilai tak mampu lagi menampung penumpang yang jumlahnya mencapai 24 ribu orang perhari.
“Masa masalah pembebasan lahan begitu saja sulit. Apa lagi penambahan runway sepanjang 400 meter juga masih sekedar wacana doing. Kerja dong, kan kamu sendiri yang nikamti uangnya,” ujar di rumah makan Red Bowl, Senin (4/6).
Menurut Masykur jika panjang runway Bandara Sultan Hasanuddin di tambah menjadi 3500 meter, pemerintah Arab Saudi secara otomatis akan membuka kantor pengurusan visa. Dengan demikian Makassar dapat menjadi embarkasi induk yang melayanai penerbangan Haji dan Umroh lansung ke Arab.
“Coba dipikir, kalau runwaynya sesuai dengan keinginan pemerintah Arab Saudi, saya yakin, nilai Ongkos Naik Haji (ONH) masyarakat wilayah timur dapat di press hingga Rp4 juta per orang,” tambahnya
Bukan cuma, jika runway, hanggar serta ruang tunggu bandara sesuai standar maka, Bandara Sultan Hasanuddin akan melayani lebih banyak rute penerbangan luar negeri.
“Saya dapat informasi, ada dua maskapai asing dari Eropa yang sudah siap menjajaki bisnisnya di Sulsel kalau bandaranya sudah memiliki standar dunia. Jadi Angkasa Pura harus memperhitungkan semuanya. Jangan justru menjadi penonton saja,” pungkasnya
Sementara itu Manajer Operasional Bandara Internasional Sultan Ibrahim Idris didampingi Manager Teknik Angkasa Pura, menjelaskan, saat ini direksi PT Angkasa Pura telah membahas masalah pembebasan lahan di tingkat  pusat sehingga ia yakin pembebesan lahan untuk pengembangan bandara akan rampung tahun ini.
“Memang sih saat ini jumlah penumpang setiap tahunnya mencapai 7 juta dan ruang tunggu yang ada sudah tidak dapat menampung,” ungkap Rahim
Jadi, menurut dia pada tahun 2013 mendatang, pengerjaan pelebaran runway, hanggar, dan ruang tunggu akan dilaksanakan.
“Yang jelas pada 2015 mendatang semua perluasan areal bandara akan rampung, dan mengenai biayanya saat ini belum dapat publikasikan,” tutupnya. (RS6/eui/C)

Komentar