oleh

PSM Keok, Semen Padang Makin Tangguh

Editor : rakyat-admin-Olahraga-

RAKYAT SULSEL — Cristian Febre Santis sukses melesakan sebiji gol ke gawang Semen Padang FC pada laga lanjutan Indonesian Primer League (IPL) di Stadion H. Agus Salim, tadi malam. Gol itu merupakan gol perdananya sejak dirinya bergabung di PSM Makassar. Tapi, PSM harus mengakui kehebatan tim berjuluk “Kabau Sirah” yang kokoh di puncak klasemen sementara IPL dengan kemenangan 3-1.

Dengan kemenangan ini, Semen Padang sukses memperlebar jarak dengan PSM yang tetap berada di peringkat ketiga. Semen Padang meraih 37 poin dari 18 pertandingan. Sedangkan PSM meraih 30 poin dari 20 pertandingan.

Pelatih PSM, Petar Segrt, mengungkapkan selain memberikan pengalaman buat pemain mudanya, kekalahan ini juga menjadi pelajaran bagi timnya. “kekalahan kali ini akan menjadi pelajaran buat pemain muda kita, “  kata Petar pada konferensi Pers usai pertandingan ini.

Menurutnya, pada pertandingan ini, dirinya terpaksa menurunkan M. Jufri dan Fadly karena ingin memberinya kesempatan. “Target saya bukan juara tetapi membina pemain muda untuk kompetisi mendatang,” sambung Petar.

Diawal pertandingan babak pertama, tuan rumah Semen Padang langsung menggebrak pertahanan PSM yang dikomandoi kapten Elie Eiboy. Terbukti, peluang pertama hadir lewat tendangan bebas pemain asal Korea, Yu Hyun Koo. Namun, penjaga gawang Deny Marcel masih sigap mengamankan bola .

Pasukan Ramang yang bertindak sebagai tamu beberapa kali mencoba membongkar pertahanan  Semen Padang lewat duet penyerangnya, Ilija “Spaso” Spasojevic dan M Rahmat. Tetapi kedisiplinan pertahanan menara kembar Kabau Sirah, Abd. Rahman dan David Ngan Pagbe masih bisa mengantisipasi serangan anak asuh Petar Segrt ini.

Tuan rumah akhirnya berhasil menjebol gawang PSM di menit 17. Berawal dari umpan krosing Esteban Fischara dari sisi kiri pertahanan tim Juku Eja, Elie Eiboy berhasil mengecoh Satrio Syam sebelum melepaskan sepakan kerasnya yang tidak mampu dibendung kiper Deny Marcel. 1-0 Semen Padang unggul.

Absennya bek Hendra Wijaya dan I Ketut Mahendra dilini belakang PSM betul-betul dimanfaatkan Semen Padang. Beberapa kali Ronaldo Mofu dan Edward Wilson mengancam gawang tim Juku Eja lewat tendangan luar kotak penalti, namun belum menemui sasaran.

Kaharuddin dan Kwon Jun yang diplot menggantikan posisi yang ditinggalkan Hendra Wijaya dan I Ketut Mahendra menjadi bulan-bulan buat penyerang tim Kabau Sirah. Di menit 32, Semen Padang nyaris menambah gol andai saja sundulan Edward Wilson tidak melebar disisi kiri gawang Deny Marcel.

Peluang pertama PSM hadir di menit 38. Berawal tendangan sudut yang dilakukan Rasyid Bakrie dari sisi kiri, Rahmat yang berdiri di depan gawang berusaha menyundul bola, namun sayang masih melambung di atas mistar penjaga gawang Jandia Eka Putra.

Diserang berkali-kali, gawang PSM akhirnya jebol lagi. Lewat serangan balik di menit 39, kapten Elie Eiboy mngiring bola dan memberikan kepada Ferdinand Sinaga. Pemain nomor punggung 17 itu berhasil memperdayai Kwon Jun sebelum berhasil melepaskan tendangan yang tidak bisa diantisipasi kiper Deny Marecel. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan Semen Padang.

Tim Juku Eja hampir memperkecil kedudukan dipenghujung babak pertama. Kwon Jun yang berdiri bebas didepan penjaga gawang Semen Padang berhasil menyundul bola, namun masih tipis di atas mistar. Hingga turun minum, skor 2-0 tetap bertahan untuk Semen Padang.

Mengawali babak kedua, pelatih PSM, Petar Segrt melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Fandy Edy menggantika M. Jufri guna menambah daya gedor .

Rapuhnya lini belakang Juku Eja membuat kiper Deny Marcel kembali memungut bola dari gawangnya. Di menit 53, Edward Wilson Junior memperlihatkan ketajamannya dengan menceploskan bola dengan tandukannya yang memanfaatkan umpan krosing Elie Aiboy dari sisi kanan pertahanan PSM. Gol, 3-0 Semen Padang memimpin.

Pertandingan sempat memanas di menit ke 63. Ronaldo Mofu yang melakukan pelanggaran, menendang kaki  Syamsul Bachri Haeruddin. Pemain senior PSM itu lantas terprovokasi dan membalas dengan sepakan. Namun, wasit segera memadamkan emosi kedua pemain sehingga kericuhan mampu dihindari.

Memasuki menit 75, PSM hampir mendapatkan penalti setelah Satrio Syam di jatuhkan David Pagbe tipis digaris kotak penalti. Namun keputusan inkonsisten wasit yang semulanya menunjuk titik putih berubah setelah hakim garis menyatakan jika pelanggarann yang dilakukan bek Semen Padang di luar kotak penalti. Meski pemain Juku Eja melayangkan protes, namun wasit tetap tak bergeming.

PSM akhirnya mampu memperkecil ketertinggalannya di menit 78 setelah Cristian Febre berhasil memanfaatkan tendangan bebas Syamsul Bachri Haeruddin. Pemain asal Chili ini berhasil memperdayai kiper Jandia Eka Putra dengan sontekannya. 3-1 PSM tertinggal.

Disisa pertandingan, kedua tim saling menyerang. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua, tidak ada lagi gol yang tercipta. Semen Padang berhasil menjaga kemenangan di kandangnya dengan skor 3-1.

Dengan hasil ini, Tim Kabau Sirah berhasil memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara IPL dengan koleksi 37 poin. Sedangkan PSM tetap berada diposisi kedua dengan 30 poin. Pertandingan selanjutnya, Pasukan Ramang akan menjamu Bontang FC di Stadion Andi Mattalatta (23/6) mendatang. (RS3/AKu/D)

Komentar