oleh

Kapal Induk Mulai Bombardir Rumah Rakyat

Editor : rakyat-admin-Berita-

Kemas SYL Way, Nobar di 1.000 Titik
Demokrat Bilang,  SYL Way Bukan Ancaman

RAKYAT SULSEL –Kapal Induk yang merupakan tim pemenangan Syahrul Yasin Limpo, mulai membombardir markas rivalnya, Ilham Arief Sirajuddin di Kota Makassar. Strategi awal yang dilakukan dengan menggelar nonton bareng program SYL Way yang dikemas dalam acara yang hampir sama dengan program televisi Golden Ways ala Mario Teguh.
Nonton bareng SYL Way yang ditayangkan di tiga stasiun televisi lokal itu digelar di 1.000 titik di Kota Makassar, Minggu (3/6). Syahrul pun menyempatkan diri nonton bareng bersama pendukungnya di markas Kapal Induk SYL Center, Jalan Pelita, Makassar. Sebelum ke SYL Center, Syahrul melakukan tinjauan ke empat lokasi nonton bareng, antara lain di Kantor Badan Ketahanan Pangan Sulsel, posko tim pemenangan Ratulangi 81, posko tim pemenangan 507 Team di Jalan Landak Baru, dan di Warkop 57 di Panakkukang.
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel itu mengatakan, tim harus bergerak melakukan strategi mulai sekarang. Jika tidak, maka akan agak terlambat. Tetapi, dalam melakukan pergerakannya, tim jangan sampai menjatuhkan siapapun. “Kayaknya akan terlambat kalau ditunda lagi. Karenanya, mulai sekarang, sampaikan pada orang di sekeliling kita tentang apa tujuan kita bersama. Kita bekerja untuk rakyat,” ungkap Syahrul, di SYL Center.
Ia berpesan, agar dalam bekerja, tim tidak perlu mempedulikan siapa-siapa. Semuanya harus tenang menghadapi Pilkada dan membuktikan jika tujuan kebersamaan dalam Pilgub adalah untuk rakyat. “Saya cuma mau beri ember dan handuk. Untuk apa? Peras keringat dan bekerja keras untuk rakyat. Tidak perlu pedulikan siapa-siapa,” terangnya.
Syahrul mengungkapkan, dirinya tidak memiliki uang miliaran untuk membuat iklan di televisi nasional. Karenanya, SYL Way merupakan program cerdas yang sifatnya inspiratif dengan biaya yang murah. “Saya tidak punya uang bermiliar-miliar kasian. Program SYL Way ini program cerdas. Inimi yang saya suka,” kata mantan Bupati Gowa dua periode itu.
Manajer Produksi Program SYL Way, Maqbul Halim, mengatakan, produksi SYL Way hanya menghabiskan dana Rp11 juta untuk 11 edisi. Tetapi, dengan banyaknya iklan, biaya tersebut pun akan tertutupi dengan sendirinya. “Angka tersebut memang tidak sebanding dengan biaya iklan yang dikeluarkan ‘tetangga kita’ yang jumlahnya bermiliar-miliar. Tapi, saya yakin hasilnya maksimal,” kata Maqbul, optimistis.
Ia menjelaskan, program SYL Way ibarat telaga yang dibutuhkan oleh mereka yang membutuhkan pengetahuan, inspirasi, dan kearifan. Sehingga, dengan nonton bersama di 1.000 titik di Kota Makassar ini, diharapkan, pemikiran-pemikiran Syahrul bisa masuk dan dicerna oleh warga Makassar. “Ide-ide dan pemikiran Pak Syahrul ini yang kami visualisasikan melalui program SYL Way,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Sulsel, Ajiep Padindang, optimistis bisa memenangkan Syahrul di Kota Makassar. Namun, ia enggan membeberkan target suara yang ingin diraih di markas Ilham tersebut. Ia pun menolak menanggapi pernyataan Ilham yang menargetkan meraih 1 juta suara di Kota Makassar pada Pilgub nanti. “Tidak bisa saya targetkan persentasenya, yang pasti target menang,” imbuhnya.
Terpisah, Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah tidak gentar dengan program SYL Way yang diluncurkan Tim Kapal Induk. Ni’matullah menegaskan pasangan Ilham-Aziz (IA) tidak merasa terancam. ” Saya rasa kami tidak terlalu memusingkan rencana SYL Way tersebut. Itu hak bagi masing-masing kandidat untuk mensosialisasikan dirinya ke masyarakat,” lugasnya usai penutupan Rakor Partai DPD Demokrat Sulsel di Hotel Singgasana, kemarin.
Apalagi, kata Ni’matullah, jelang Pilgub ini, tentu semua kandidat punya strategi tersendiri dalam mempromosikan program-programnya.
“Meskipun di Makassar merupakan basis terkuat dari pasangan Ilham-Aziz, namun jangan ada yang terprovokasi. Jangan ada lagi kejadian seperti di Gowa yang menyerang arak-arakan tim IA pada saat berkunjung ke sana,” papar legislator Sulsel ini.
Menanggapi perang strategi Tim Kapal Induk dan Rumah Rakyat, pengamat politik Unhas, Andi Haris menilai apa yang dilakukan SYL lewat SYL Way-nya merupakan salah satu strategi yang digunakan dalam meyakinkan publik atas apa yang dia lakukan selama ini. “Itu merupakan bagian dalam menyambut Pilgub yang akan dilaksanakan pada tahun 2013 mendatang. Semua itu adalah bagain dari komunikasi politik yang diterapkan SYL, dan bisa saja apa yang dilakukan SYL itu akan menghasilkan sebuah perubahan yang sangat signifikan. Saya yakin SYL Way akan dapat membius masyarakat dalam melihat realita kerja SYL sebagai gubernur,” paparnya.
(RS9-RS5/E)

Komentar