oleh

Jelang Musdalub PSSI Sulsel Tiga Politisi Obok-obok PSSI

Editor : rakyat-admin-Berita, HL, Olahraga-

RAKYAT SULSEL — Saling klaim. Itulah yang terjadi di organisasi PSSI Sulsel. Faktanya, kisruh PSSI di pusat juga merembet ke Sulsel. Bedanya, jika di pusat, kubu Nirwan D Bakrie dan Arifin Panigoro saling berhadapan.
Justru di Sulsel lebih ‘panas’ lagi.  Ada tiga kubu yang berseteru. Parahnya, mereka semua berlatar belakang politikus; Syahrir Cakkari, Kadir Halid, dan Ilham Noer Toadji. Sebegitu pentingkah PSSI Sulsel ini hingga olah raga dicampuradukkan dengan politik?
Ya, jelang Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PSSI Sulsel pekan depan, perseteruan itu mulai memanas. Ada tiga politisi bakal kembali memperebutkan tahta Ketua PSSI Sulsel yang sementara masih kosong setelah Ketua Umum PSSI Djohar Arifin tidak mengakui kepemimpinan Kadir Halid, sejak Maret 2012.
Kubu Ilham Noer Toadji sudah beraksi lebih dulu. Politisi Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Sulsel ini melarang keras 18 Pengurus Cabang (Pengcab) untuk menghadiri Musdalub yang diselenggarakan kubu Syahrir Cakkari. Seperti diketahui, Syahrir Cakkari yang juga kuasa hukum Partai Demokrat ini mendapat amanah sebagai caretaker PSSI dari Djohar Arifin.
Bertempat di Hotel Amaris Makassar, Noer Toadji mengklaim ada 18 Pengcab telah menandatangani surat pernyataan bermaterai yang isinya tidak akan menghadiri Musdalub PSSI Sulsel nanti. Walau Cakkari mengaku belum menentukan tempat dan waktu pelaksanaan pemilihan ketua sebagai pengganti Kadir Halid.
“Sebanyak 18 Pengcab sudah solid untuk tidak hadir dalam Musdalub nanti. Mereka sendiri yang memberi rekomendasi dan pernyataan tertulis untuk mendukung Ilham Noer Toadji sebagai ketua PSSI Sulsel,” kata sekretaris PSSI bentukan Noer Toadji, Syamsir Ali, malam tadi.
Gerakan Toadji sebenarnya sebagai reaksi yang tidak menerima keputusan penunjukan Cakkari sebagai ketua caretaker.  Menurutnya, penunjukan itu tidak resmi, sebab sampai saat ini belum ada SK penunjukan ketua sementara untuk melakukan Musdalub dan memilih ketua defenitif. Karena itu, kubu ini, masih menganggap dialah pengurus yang sah.
“Musdalub yang akan dilakukan Cakkari itu sekadar wacana saja. Semata-mata untuk membuat kisruh makin meruncing. Ilham Noer Toadji sah berdasarkan surat PSSI nomor 77, tertanggal 24 Februari 2012, “  sambung Syamsir.
Menurutnya, SK itu sebagai bukti bahwa Kadir Halid sudah tidak sah setelah adik kandung Nurdin Halid ini menggiring PSSI Sulsel ikut dalam PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), organisasi yang dilarang keras ketua PSSI Djohar saat itu. “Penunjukan Cakkari itu sah apabila melalui mekanisme Musda,” tegasnya.
Seperti diketahui, kubu Toadji pernah menggelar Musdalub sebagai reaksi mosi tidak percaya kepada Kadir Halid, Desember 2011 lalu. Toadji sendiri dipilih menjadi ketua PSSI. Belakangan tim dari PSSI Pusat menyatakan kepemimpinan pengusaha tambang ini tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku di federasi sepakbola Indonesia ini.
Namun, setelah Cakkari ditunjuk jadi careteker, kubu Toadji malah menarik mosi tidak percaya kepada Kadir dan memberikan kesempatan untuk melanjutkan guna mencegah polemik.
Terpisah, kubu Kadir Halid, melalui juru bicaranya, Heriyanto yang juga ketua Biro Wasit PSSI versi Kadir Halid, menyatakan keheranannya atas apa yang dilakukan kubu Toadji.  Dia mempertanyakan dari aspek mana legalitas Toadji sebagai ketua PSSI Sulsel. “Siapa yang mengukuhkan dirinya sebagai ketua PSSI Pemprov Sulsel,” tanya dia.
Menurutnya, ketua yang sah adalah Kadir Halid, meski sudah tidak diakui oleh PSSI Djohar Arifin karena PSSI yang sebenarnya adalah PSSI yang diketuai oleh La Nyalla Mattalatti yang dipilih Kongres Luar Biasa (KLB) di Ancol atau PSSI versi Komite Penyalamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
“Saya rasa semua pihak tidak usahlah menklaim ketua PSSI Sulsel, karena saat ini FIFA sedang melakukan verifikasi dua PSSI. Jadi tunggu saja hasil itu,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya juga menyatakan semua pihak harus bersabar hingga adanya keputusan mutlak dari FIFA yang memutuskan siapa yang sah. “Janganlah ada upaya untuk mengklaim lagi,” tudingnya.
Kadir Halid sendiri mengaku bahwa silahkan menggelar Musdalub PSSI Sulsel, karena tidak mengakui lagi Djohar Arifin sebagai ketua PSSI. “Kiblat saya adalah PSSI La Nyalla. Silahkan membuat Musdalub. Saya tetap ketua,” kata Kadir sembari menyebutkan gerakan yang dilakukan Toadji dan Cakkari adalah sia-sia karena saat ini keputusan FIFA belum dikeluarkan.
Sementara Cakkari sendiri menyebutkan, silahkan saja Toadji dan 18 Pengcabnya tidak hadir karena memang mereka tidak sah dan tidak diundang dalam Musdalub nanti. “Saat ini, 24 Pengcab sudah melakukan Musyawarah dan pembentukan pengurusnya. Soal Toadji, saya tidak tahu dia berada di kubu mana,” ujarnya, malam tadi.
Soal pelaksanaan pemilihan ketua PSSI Sulsel nanti, kata dia, belum menetapkan jadwalnya. Sebab, sampai saat ini, masih dalam persiapan. RS6/AKu/D)

Komentar