oleh

Honorer K-2 Terancam Tidak Bisa Seleksi CPNS

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Kepala BKDD :  Formasi Ditentukan MenPAN

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepegawaian BKDD Kabupaten Bone, Essau J Huwae

RAKYAT SULSEL – Jika sebagian honorer kategori dua (K-2) di Kabupaten Bone menganggap yang akan dijadikan acuan hasil verifikasi (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) MenPAN-RB sebagai data base untuk diangkat menjadi CPNS secara bertahap oleh pemerintah adalah anggapan yang keliru. Hal ini dikatakan Essau J Huwae, Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepegawaian BKDD Kabupaten Bone, Jumat (1/6).
Menurut Essau, bahwa hasil verifikasi yang dikirim MenPAN ke BKDD Bone, adalah honorer yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian CPNS, untuk mengikuti tes CPNS berdasarkan formasi yang telah ditentukan oleh MenPAN-RB.
Tetapi tidak semua honorer tersebut akan diangkat menjadi CPNS, karena ujian CPNS bagi honorer K-2 hanya satu kali dan hanya yang dinyatakan lulus itulah diangkat menjadi CPNS.
“Sampai saat ini belum ada aturan atau petunjuk dari MenPAN tentang pengangkatan honorer K-2 secara bertahap atau berdasarkan umur dan masa kerja, tetapi mereka semua yang telah dinyatakan lolos verifikasi oleh MenPAN-RB berhak mengikuti ujian CPNS nantinya, itupun bila ada formasinya,” jelas Essau.
Sekarang kita masih menunggu jadwal atau waktu ujian CPNS bagi honorer K-2 yang telah lulus prasyarat dari MenPAN,” tambahnya.
Hal yang sama diungkapkan Kepala BKKD Kabupaten Bone, M Ridwan, data atau berkas yang lolos verifikasi dari MenPAN adalah berkas honorer K-2 yang dimasukkan oleh honorer pada instansi atau dinas dan badan mereka masing-masing, yang telah memenuhi syarat, dengan berbagai tahapan.
“Mereka yang telah dinyatakan lolos verifikasi oleh MenPAN memiliki hak untuk mengikuti ujian CPNS nantinya apabila formasinya ada berdasarkan keputusan MenPAN-RB. Dari hasil ujian itu tentu dilakukan perangkingan nilai tanpa melihat umur dan masa kerja,” katanya.
“Misalnya formasi guru SD hanya mau diterima lima puluh orang maka hanya nilai ujian sampai rangking lima puluh saja yang dinyatakan lulus CPNS, dan yang lainnya harus menunggu lagi ujian penerimaan CPNS atau seleksi CPNS secara umum kalau ada dibuka atau dilaksanakan oleh MenPAN-RB,”  tambahnya.
Lebih lanjut M Ridwan mengatakan bahwa formasi jumlah CPNS setiap kabupaten adalah berdasarkan data kepegawaian yang dikirm ke MenPAN-RB yang berasal dari setiap instansi. Data inilah yang menjadi acuan MenPAN-RB untuk menentukan berapa jumlah CPNS yang akan diangkat pada kabupaten atau pemkab.
“Maka tidak menutup kemungkinan ada honorer yang dinyatakan lulus verifikasi oleh MenPAN-RB tetapi tidak memiliki hak untuk ikut seleksi CPNS karena formasinya tidak ada, sebab formasi tersebut tidak terlalu dibutuhkan oleh pemkab berdasarkan pertimbangan MenPAN-RB,” tegasnya.
Sementara itu, di Kabupaten Bone ada sekitar 2.273 orang yang dinyatakan lolos verifikasi oleh MenPAN-RB dan sekarang masih tersisa 401 orang yang terus diperjuangkan untuk lolos verifikasi. (K19/dj/D)

Komentar