oleh

Ritual “Lammang” Telan Korban

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Empat Anak Tenggelam, Dua Tewas

RAKYAT SULSEL — Ritual Lammang yang dilakukan oleh warga Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar yang setiap tahun dilakukan usai pesta panen, menyisakan cerita kelabu.
Empat bocah perempuan warga Desa Lantang yang sedang asyi mandi saat menikmati penurunan sesajian di Sungai Lantang, Jumat (1/6), tenggelam. Bahkan dua anak yang masih duduk di bangku SDN Lantang ditemukan tewas.
Kematian dua bocah ini dibenarkan oleh Kepala Dusun Lantang II, Daeng Kulle, saat dihubungi lewat ponsel kemarin.
Menurut Dg Kulle, kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 15.00 kemarin usai pesta pembakaran lammang (beras ketan dicampur santan kelapa dibungkus daun pisang kemudian dimasukkan dalam batang bambu yang sudah dipotong dengan ukuran tertentu) yang digelar sebelum shalat Jumat.
Pesta bakar Lammang tersebut setiap tahun berlangsung meriah. Selain dirayakan penduduk Desa Lantang juga dikunjungi rumpun keluarga di seluruh kabupaten termasuk warga dari Kabupaten Gowa, Makassar dan Jeneponto.
Kegiatan yang sudah masuk kalender Dinas pariwisata takalar ini juga sering dihadiri pejabat birokrasi dan pejabat politik. Pesta ritual ini dilakukan seluruh warga desa.
Usai pembakaran, setiap warga menyetor kepada panrita (dukun) sebatang lammang (berada dalam batang bambu) untuk diserahkan kepada penghuni Sungai Lantang. Kepercayaan ini sudah berlangsung puluhan tahun  setiap selesai panen.
Penyerahan ritual berupa sesajen yang termasuk di dalamnya batang lammang dilakukan sekitar pukul 14.00 siang, dipimpin oleh sang dukun. Usai ritual dilakukan di sungai, seluruh warga juga larut dan turun ke sungai untuk mandi-mandi bersama sebagai bentuk kesyukuran hasil panennya berlimpah.
Nah, di sinilah kisah tragis ini terjadi. Ketika ratusan warga desa sedang mandi, empat anak perempuan yang merupakan teman satu kampung pun ikut mandi di sungai.
Cerita ini dibenarkan oleh salah satu korban bernama Hasrianti. Hasrianti merupakan korban yang selamat. Kepada Harian Rakyat Sulsel lewat ponselnya Kepala Dusun Lantang Dg Kulle, Hasrianti mengatakan, saat mereka sedang asyik mandi bersama warga, tiba-tiba Mira (temannya yang kemudian ditemukan tewas) menarik kakak perempuannya bernama Puput mendekati bagian sungai yang dalam.
Saat itulah, keempatnya terbawa arus hingga tenggelam. Dua orang kemudian tewas, yakni Mira dan Feby (8) murid kelas 2 SDN Lantang. Sementara kakak Mira bernama Puput dan Hasrianti selamat setelah ditolong warga.
Kapolsek Polongbangkeng Selatan AKP Alauddin Dg Tutu, memastikan bahwa dua anak perempuan yang tenggelam itu akhirnya tewas. “Kedua jenazah korban sementara divisum di rumah sakit,” ungkap Kapolsek Polsel lewat pesan singkat.
Kejadian ini pun dikabarkan sempat membuat ratusan warga yang ikut mandi geger sebelum mereka bersama-sama menyelamtakan keempatnya namun hanya dua yang selamat. (yos/D)

Komentar