oleh

Menhub – Gubernur Sepakati Pembangunan Kereta Api

Editor : rakyat-admin-HL-
Gubernur Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Perhubungan, EE Mangindaan beserta jajarannya berfoto bersama usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Pembangunan Kereta Api Nasional, Lintas Antarkota Mamminasata dan Lintas Makassar-Parepare serta Pengembangan Pelabuhan Garongkong, di Baruga Sangiaseri, Makassar, Jumat (1/6).---OPHIK/Rakyat Sulsel

RAKYAT SULSEL — Kementrian Perhubungan RI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, telah menyepakati pembangunan kereta api nasional di Sulsel dan pengembangan pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru. Hal tersebut tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pembangunan Kereta Api Nasional, Lintas Antarkota Mamminasata dan Lintas Makassar-Parepare serta Pengembangan Pelabuhan Garongkong, di Baruga Sangiaseri, Makassar, Jumat (1/6).
Adapun isi MoU yang ditandatangani terkait kereta api nasional, antara lain, membentuk tim kelompok kerja yang melibatkan tenaga ahli. Selanjutnya, MoU akan ditindaklanjuti melalui perjanjian pelaksanaan dan pihak kedua (Pemprov) mengikutisertakan pemkab/pemkot di Sulsel.
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Sulsel adalah Center Point of Indonesia. Karenanya, pengembangan Pelabuhan Garongkong dan pembangunan kereta api menjadi sangat penting untuk diwujudkan.
“Di zaman Presiden BJ Habibie, sudah dicanangkan, Sulsel sebagai pusat distribusi dan pusat pengendalian. Banyak hal yang telah menjadi sejarah cukup panjang. Hal ini karena Sulsel memiliki posisi yang strategis,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, menjelaskan, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sudah sangat padat, airport juga begitu. Jumlah kendaraan roda dua dan empat terus bertambah signifikan dan tidak sebanding dengan penambahan atau perluasan jalan raya.

“Kereta api harus menjadi solusi kepadatan arus lalu lintas. Sehingga, proyek trans Sulawesi merupakan sebuah konsepsi yang utama. Di program MP3EI, yang pertama adalah kereta api, kedua pelabuhan,” ungkapnya.
Sementara, Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, mengatakan, transportasi di Sulawesi harus mengacu pada produksi daerah yang bersangkutan. Apalagi, sektor transportasi menjadi urat nadi ekonomi.
“Kami selalu memikirkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi. Kalau soal dukungan, saya pasti karena saya tahu konsep awalnya. Tapi, selanjutnya bagaimana dengan DPR? Pak Malkan ada di sini jadi tolong didengar. Kita berjuang sama-sama,” tegasnya.
Pertumbuhan di sektor transportasi, lanjut EE Mangindaan, sangat signifikan. Karenanya, sektor kereta api mutlak dilaksanakan. Sudah banyak juga investor yang menawarkan diri.
“Untuk kereta api, master plannya sudah ada. Kami sudah siapkan anggaran kurang lebih empat puluh miliar,” urainya.
Terkait Pelabuhan Garongkong, EE Mangindaan, mengusulkan agar pelabuhan tersebut dibuat satu kesatuan dengan kereta api. Akses kereta dibuat di pinggir pantai. Sedangkan, untuk kereta api di Mamminasata, harus didesainkan stasiun dengan parkiran yang cukup. (RS5/eui/D)

Komentar