oleh

Astaga, 33 Perusahaan Tidak Miliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Editor : rakyat-admin-HL-

Cemari Lingkungan, Kesehatan Masyarakat Terancam

RAKYAT SULSEL — Baru – baru ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar merilis perusahaan yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Tidak tanggung-tanggung, 33 perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, dan rumah sakit di Makassar disinyalir melakukan pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Dari 33 perusahaan tersebut, tujuh diantaranya adalah rumah sakit, yakni; RS Stella Marris, RS  Akademis, RS Grestelina, RS Labuang Baji, RS Awal Bross, dan RS Ibnu Sina. Sementara, untuk hotel ada 13 unit diantaranya; Hotel Sahid, Hotel Kenari, Hotel Pantai Gapura,Hotel Losari Beach, Hotel Aston, dan Hotel Banua .
Untuk 13 restoran yang dinyatakan melanggar karena tidak memiliki IPAL,  yakni; RM Maxim, RM Surya, RM Hade, RM Paotere Pettarani, RM Nelayan, dan RM Hongkong, RM Ujung Pandang, RM Muda.
Anggota Komisi C DPRD Makassar Bidang Pembangunan, Mudzakkir Ali Djamil meyatakan, untuk membuka perusahaan, salah satu dokumen yang harus dimiliki pemilik, sebelum melakukan aktivitas pembangunan, baik itu  rumah sakit, restoran, maupun hotel yang harus dipersiapkan adalah dokumen analisi mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Dalam dokumen ini memuat kewajiban pengembang untuk membangun IPAL,” terang politisi PKS itu kepada Rakyat Sulsel, belum lama ini.
Perusahaan yang tidak memiliki fasilitas IPAL, tegas Mudzakkir Ali telah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Ini jelas-jelas ada aturannya,” tambahnya.
Dampak dari IPAL ini lanjutnya akan menimbulkan limbah, baik cair maupun padat. Misalnya untuk rumah sakit, tentu  mengandung bahan kimia obat obatan sehingga membahayakan jika langsung di lepas ke sungai atau pembuangan air. “Limbah rumah sakit yang tidak diolah akan beresiko bagi kesehatan,” tandasnya. Karena itu, pihaknya meminta agar rumah sakit yang tidak memiliki fasilitas IPAL ditutup sementara untuk menghindari pencemaran lingkungan.(RS1/D)

Komentar