oleh

Timwas DPR Bakal Kejar Aset Century

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Aset Disembunyikan di Luar Negeri

ilustrasi

RAKYAT SULSEL — Kalangan DPR mulai jengah dengan kinerja Tim Pemburu Koruptor (TPK) karena belum maksimal mengembalikan aset negara yang digondol para koruptor ke luar negeri. Inilah yang menjadi alasan  Tim Pengawas Kasus Bank Century berencana membentuk tim khusus untuk memburu aset hasil korupsi, termasuk terkait kasus Bank Century yang disinyalir ada di beberapa negara.
Anggota Tim Pengawas Kasus Bank Century Hendrawan Supratikno mengatakan, sangat wajar jika DPR ingin membentuk Tim Khusus pemburu aset Century yang ada di luar negeri, karena kinerja tim pemburu koruptor yang sudah dibentuk pemerintah, baik untuk membawa koruptor yang kabur ke luar negeri pulang, maupun dalam penyelamatan aset neara. Padahal, biaya yang sudah dikeluarkan negara cukup besar.
“Tidak ada yang memuaskan dari hasil Tim Pemburu Koruptor. Kinerjanya memble, jangan terlalu banyak berharap. Lebih baik kita kerja sendiri, rencananya kita akan bergerak ke luar negeri pada Juli mendatang, ” katanya di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, Timwas Century sudah mendengar kabar terbaru dari Kejaksaan tentang aset-aset di dalam negeri terkait kasus Bank Century yang berhasil di-sita, tapi itu hanyalah sebagian kecil. “Dua minggu lagi kami akan meninjau aset Century yang berhasil disita Kejaksaan di dalam negeri, dan menginventarisirnya,” tukasnya.
Sebelumnya, Kejaksaan belum juga berhasil menyita aset Century yang berada di Swiss. Sekalipun sudah ada putusan kasasi MA, jaksa belum bisa  melaksanakan perintah hakim untuk menyita aset milik Robert Tantular, terpidana Kasus Bank Century yang berada di Swiss.
Proses penyitaan itu negeri terganjal perbedaan sistem hukum Indonesia dan Swiss. Pemerintah Swiss mengkategorikan persoalan Century merupakan pelanggaran administrasi biasa. Dengan alasan itulah  Swiss  merasa berwenang melindungi aset Robert Tantular.
Untuk menarik aset itu, jaksa pun terpaksa melayangkan gugatan perdata ke pemerintah Swiss. Wakil Jaksa Agung Darmono yang menjabat Ketua tim eksekusi aset Century memperkirakan, aset Century di Swiss bernilai 220 juta dolar Amerika. Angka tersebut diperoleh setelah tim eksekusi berkoordinasi de¬ngan otoritas Swiss.
Selain menempuh gugatan perdata, jaksa  pengacara negara juga telah menyampaikan salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) atas perkara bernomor pokok 01/akta.pid/2011/PN. JKT. PST ke Swiss. “Kita masih me-nunggu putusan gugatan perdata. Kita juga menunggu tanggapan dari Swiss tentang putusan hukum yang sudah diputus MA tersebut,” katanya.
Berbeda dengan Swiss, proses penyitaan aset Century di HongKong ditanggapi positif. Pemerintah setempat  bersedia  membantu proses eksekusi aset Century.  Adapun aset tersebut berupa pengalihan dana Century ke Hong Kong 19,25 juta dolar Amerika oleh Robert Tantular ke USB Hong-Kong. Kemudian terpidana Century lainnya Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi juga menyembunyikan asetnya 1,164 miliar dolar Amerika di Hong Kong.
Kejaksaan juga menerima laporan dari kepolisian terkait aset Robert Tantular lainnya yang disimpan di Jersey, Amerika Serikat sebesar 16,5 juta dolar Amerika,  di Virgin Island, Kayman, serta Guantanamo senilai 14,8 juta dolar Amerika. Selain itu, Robert jugaa menyembunyikan aset di Bermuda sebesar 7,2 juta dolar Amerika. Di Inggris, 872 ribu dolar AS. “Kita terus berusaha menarik aset-aset Century di luar negeri,” tutur Darmono. (rm/dj)

Komentar