oleh

Pemerintah Pusing Harga BBM Tak Bisa Naik

Editor :rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis, HL
ilustrasi

RAKYAT SULSEL — Saat ini pemerintah mengaku pusing mengurus anggaran negara atau APBN-P 2012, karena harga BBM subsidi bisa segera naik. Apa penyebab pusingnya pemerintah?

Dirjen Migas Evita Legowo menyatakan, tingginya tingkat konsumsi BBM subsidi membuat anggaran subsidi BBM terus membengkak. Apalagi saat ini diperkirakan tingkat konsumsi akan melebihi kuota atau jatah yang ditetapkan sebesar 40 juta kiloliter (KL).

“Kita belum bisa naikkan harga BBM selama rata-rata harga 6 bulan terakhir belum US$ 120,75 per barel. Per 28 mei baru US$ 119,35 per barel dan turun terus jadi insya Allah tak naik. Tapi yang pusing kami karena APBN harus sehat, padahal APBN-nya berdasarkan naik harga, jadi sudah kacau balau,” tutur Evita.

Hal ini disampaikan Evita dalam acara pertemuan Dewan Pengurus Perusahaan Produsen CNG di Gedung Energy, SCBD, Jakarta, Kamis (31/5).

Menurut Evita, dalam APBN 2012, pemerintah sejak awal telah memperhitungan adanya kenaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 1.500 per liter di tahun ini.

“Jadi kami mengharapkan seluruh pihak di acara ini mari kita jadi contoh di depan untuk menghemat,” jelas Evita.

Dalam APBN-P 2012 juga disetujui soal subsidi energi Rp 225 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun. (dtf/una)

Komentar